Nasib Kelam di Balik Penemuan Fidget Spinner

Catherine tak pernah menyangka 10 tahun kemudian penemuannya ini langsung booming di berbagai negara.

Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Fidget spinner terbuat dari bahan plastik yang dijual Oli di stan Jalan Ir Soekarno, Minggu (2/7/2017) 

TRIBUNJABAR.CO.ID, FLORIDA - Tren mainan fidget spinner begitu digandrungi oleh masyarakat berbagai kalangan.

Tua, muda, kaya, miskin, semua keranjingan mainan yang disebut bisa membantu meningkatkan konsentrasi anak ini.

Di Indonesia sendiri, mainan fidget spinner masih ngetren dan memiliki banyak peminat.

Tapi, tahukah kalian bahwa di balik meriahnya tren fidget spinner ternyata ada nasib kelam penemunya?

Dilansir dari The Guardian, fidget spinner dibuat atau ditemukan oleh Catherine Hettinger.

Perempuan asal Florida, Amerika Serikat, itu awalnya membuat fidget spinner demi buah hatinya.


Pada 1996, Catherine menderita penyakit otot yang membuatnya tak bisa bermain dengan putrinya.

"Aku tak bisa mengambil mainan atau bermain dengannya, jadi aku mulai membuat sesuatu menggunakan koran dan selotip dan lainnya," katanya.

Ia lalu memiliki ide untuk membuat mainan seukuran telapak tangan yang dapat berputar untuk menghibur anaknya.

Akhirnya terciptalah fidget spinner yang akhirnya ngetren di Amerika Serikat pada akhir 2016.

Tren tersebut lalu merambah ke Inggris serta negara-negara lain di dunia, termasuk Indonesia.

Seharusnya, dengan melejitnya tren fidget spinner, Catherine bisa menjadi miliarder saat ini.

Tapi sayangnya, nasib tak berkata demikian.

Fidget spinners.
Fidget spinners. (Daily Mail)

Catherine Hettinger tak mendapat sepeserpun dari mainan yang kini menjadi tren baru para millenials.

Sumber: TribunJatim.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved