Sabtu, 11 April 2026

Meski Sudah Memelas, Tak Seorang Pun yang Tertarik Membeli Tisu Nenek Imas

"Tisunya Pak, Bu. Tolong dibeli satu saja, buat makan, saya belum makan," kata Imas, memelas.

Penulis: Rezeqi Hardam Saputro | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Rezeqi Hardam Saputro
Imas (64) penjual tisu 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Rezeqi Hardam Saputro

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Banyak cara untuk mengais rezeki di kota besar, termasuk di Kota Bandung.

Satu yang dilakukan oleh Imas (64), ibu empat anak dan nenek sejumlah cucu ini adalah berjualan tisu di sekitar Masjid Salman ITB.

Saat ditemui Tribun Jabar di depan Masjid Salman ITB, Senin (24/7/2017) siang, Imas terlihat membawa tiga kantong plastik besar berisi beberapa bungkus tisu.

Sambil berjalan dan membawa kantong plastik tersebut, Imas menawarkan barang dagangannya ke para pejalan kaki.

"Tisunya Pak, Bu. Tolong dibeli satu saja, buat makan, saya belum makan," kata Imas, memelas.

Meski sudah memelas seperti itu, belum ada seorang pun yang tertarik membeli tisu yang dijualnya.

Alhasil, Imas pun hanya bisa termenung. Ia kemudian duduk di bangku depan Masjid Salman.

"Saya punya empat anak, semuanya tinggal di Depok. Saya enggak mau menyusahkan mereka. Kalau suami sudah lama meninggal dunia," kata Imas.

Imas mengaku tinggal seorang diri di kawasan Sadang Serang, Bandung. Imas tetap berjualan karena terdesak kebutuhan hidup sehari-hari.

"Tisu ini saya ambil dari tetangga. Saya tidak dapat untung, hanya dapat upah dari pemilik tisu," ujar Imas.

Meski jarang ada yang membeli tisunya, Imas tak akan menyerah dan akan tetap berjualan tisu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved