Jembatan di Desa Cilayung Rusak, Warga Sebut Pemerintah Enggan Perbaiki Karena Alasan Ini
Yaya mengungkapkan, warga pernah mengajukan perbaikan jembatan ke desa, namun ditolak.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Jembatan rusak di desa Cilayung, kecamatan Jatinangor yang menjadi akses utama warga sekitar menuju pasar dan sekolah sebetulnya pernah diperbaiki.
Hal tersebut diungkapkan Yaya Suhada (53), Linmas desa Cilayung, ketika ditemui Tribun Jabar di lokasi jembatan, Minggu (23/7/2017).
Yaya mengatakan jembatan dengan panjang 40 meter tersebut sebelumnya pernah diperbaiki.
"Sekitar dua tahun lalu warga bergotong royong, namun yang bisa kami betulkan hanya seadanya," ujar Yaya.
Ngeri! Wanita ini Kerap Mengabaikan Sarapan, Dokter Mengeluarkan 200 Batu dari Perutnya https://t.co/cLIyBlk3yW via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 23, 2017
Dikatakan Yaya, warga memperbaiki jembatan dengan menambahkan penyanggah bambu yang diikat seadanya di bawah jembatan.
Tujuannya adalah agar jembatan tidak rubuh ke jurang di bawahnya.
Jurang di samping jembatan sendiri dalamnya sekitar 25 meter sehingga warga tidak dapat membuat penyangga besi atau batu sendiri.
"Ditambahkan ada aliran air, jadi harus pakai alat canggih," ujar Yaya.
Yaya mengungkapkan, warga pernah mengajukan perbaikan jembatan ke desa, namun usulan tersebut justru ditolak.
Menurut Yaya, alasan pemerintah tidak mau memperbaiki jembatan tersebut adalah karena jembatan tersebut termasuk jalur kereta sehingga tanahnya milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
"Dengar-dengar sih begitu, makanya desa tidak mau membangun atau memperbaiki (jembatan)," ujar Yaya.
Yaya mengaku dirinya dan warga lainnya tidak setuju dengan hal tersebut.
Menurutnya, ada baiknya jembatan diperbaiki saja agar aman dilalui oleh warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jembatan_20170723_132335.jpg)