Selasa, 28 April 2026

Jembatan di Desa Cilayung Rusak, Warga Sebut Pemerintah Enggan Perbaiki Karena Alasan Ini

Yaya mengungkapkan, warga pernah mengajukan perbaikan jembatan ke desa, namun ditolak.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribunjabar/Seli Andina Miranti
Kondisi jembatan di Desa Cilayung, Jatinangor, yang hanya dapat dilalui satu motor, Minggu (23/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Jembatan rusak di desa Cilayung, kecamatan Jatinangor yang menjadi akses utama warga sekitar menuju pasar dan sekolah sebetulnya pernah diperbaiki.

Hal tersebut diungkapkan Yaya Suhada (53), Linmas desa Cilayung, ketika ditemui Tribun Jabar di lokasi jembatan, Minggu (23/7/2017).

Yaya mengatakan jembatan dengan panjang 40 meter tersebut sebelumnya pernah diperbaiki.

"Sekitar dua tahun lalu warga bergotong royong, namun yang bisa kami betulkan hanya seadanya," ujar Yaya.


Dikatakan Yaya, warga memperbaiki jembatan dengan menambahkan penyanggah bambu yang diikat seadanya di bawah jembatan.

Tujuannya adalah agar jembatan tidak rubuh ke jurang di bawahnya.

Jurang di samping jembatan sendiri dalamnya sekitar 25 meter sehingga warga tidak dapat membuat penyangga besi atau batu sendiri.

"Ditambahkan ada aliran air, jadi harus pakai alat canggih," ujar Yaya.

Yaya mengungkapkan, warga pernah mengajukan perbaikan jembatan ke desa, namun usulan tersebut justru ditolak.

Menurut Yaya, alasan pemerintah tidak mau memperbaiki jembatan tersebut adalah karena jembatan tersebut termasuk jalur kereta sehingga tanahnya milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

"Dengar-dengar sih begitu, makanya desa tidak mau membangun atau memperbaiki (jembatan)," ujar Yaya.

Yaya mengaku dirinya dan warga lainnya tidak setuju dengan hal tersebut.

Menurutnya, ada baiknya jembatan diperbaiki saja agar aman dilalui oleh warga.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved