Bermula dari Malang, Kopi Armor Getol Perkenalkan Kopi Arabika
Founder Kopi Armor, Asep Sultani, memiliki tujuan untuk memperkenalkan kopi arabika kepada masyarakat Indonesia.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Pernah berkunjung ke Armor Kopi di Bandung?
Di sana Anda tidak akan menemukan banyak varian kopi campuran susu atau latte.
Founder Kopi Armor, Asep Sultani, memiliki tujuan untuk memperkenalkan kopi arabika kepada masyarakat Indonesia.
Kang Acek, sapaan akrab Asep Sultani, mengatakan armor adalah singkatan dari Arabica Multi Origin.
Ia ingin memperkenalkan dan mengedukasi pelanggan soal kopi di Indonesia.
"Kopi arabika itu memiliki varian yang luar biasa dan banyak diakui oleh dunia," ujar Kang Acek di Jalan Bukit Pakar Utara No 10, Kota Bandung, Selasa (18/7/2017).
Menurutnya, sebelum muncul di Bandung, Armor bermula di Malang dengan nama Tabacoffee yang artinya tobacco and coffee atau merokok sambil ngopi.
Mengharukan! Pria Ini Rela Berpakaian Seperti Wanita Selama 20 Tahun Demi Hapuskan Kesedihan Ibunya https://t.co/QRraKtoVXK via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 18, 2017
Sering berganti nama mulai dari coffee story dan lumayan ramai, ia membuat cabang lain yaitu klasik kopi.
"Ketika saya kembali ke Bandung terbentuk Armor Kopi tahun 2015 tempatnya masih di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir Juanda," ujarnya.
Karena kopi ditanam, Kang Acek sangat memperhatikan lima unsur alam untuk konsep kedai kopinya yaitu tanah, api, air, udara, angin.
Kopi Armor memiliki konsep yang sangat menarik.
Kerikil dan rumput hijau menghiasi halaman kedai kopi plus dilengkapi kursi dan meja berbahan kayu.
Suasana alam sangat terasa, udara terasa sejuk ketika angin bertiup di sekeliling taman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kopi-armor_20170718_145246.jpg)