Kisah Dua Wanita Berusia Senja, Kumpulkan Butiran Padi Demi Sesuap Nasi
Bagi kedua wanita yang sudah berusia senja itu, butiran padi adalah ladang untuk mencari nafkah.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Meski tidak memiliki sawah sepetak pun, musim panen padi adalah waktu yang sangat dinanti-nantikan oleh Mimin (60) dan Entar (70).
Bagi kedua wanita yang sudah berusia senja itu, butiran padi adalah ladang untuk mencari nafkah. Mereka adalah pemungut butiran padi, sisa panen yang tercecer.
Baca: Pemkot Cimahi Setahun Keluarkan Dana Rp 900 Juta untuk Bantu Parpol
"Lumayan, sedikit demi sedikit jika dikumpulkan bisa buat makan di rumah. Ini sudah minta izin kepada pemilik sawah," ujar Mimin kepada Tribun Jabar di Kampung Saradan Ciwaru, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Ciburu, Kota Bandung, Sabtu (15/7/2017).
Akun Instagram Mendiang Julia Perez Unggah Video Baru, Ruben Onsu Peringati Ulang Tahun Sahabatnya https://t.co/wkAPS6N5ZS via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 15, 2017
Suami Mimin dan Entar sendiri hanya buruh tani yang menghabiskan waktu hidupnya dengan mencangkul sawah milik orang lain.
Kedua wanita ini dengan tekun mengumpulkan satu persatu butir padi, lalu dimasukan ke dalam kantong plastik.
Sekilas Rumah ini Biasa Saja, Tapi Coba Lihat Halaman Belakangnya, Ada 'Surga Tersembunyi' di Sana https://t.co/f7YVtEYeGd via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 15, 2017
Setelah padi itu terkumpul, kemudian diayak agar kotoran yang melekat di butiran padi itu terlepas.
Jika beruntung, masing-masing bisa mendapatkan gabah kotor hingga 30 kilogram. Jika diuangkan bisa mencapai Rp 100 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/padi_20170715_182232.jpg)