Lilis Punya Perasaan Tak Enak Sebelum Rumah yang Ditempati Adiknya Terbakar
"Baru tiga hari kemarin tidak ke sini, cuma tidak enak perasaan. Saya bawa tidur tidak bisa, terus baca Alquran karena perasaan tidak enak," katanya.
Penulis: Ery Chandra | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra dan Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Senin (3/7/2017) kira-kira pukul 20.00 WIB menjadi saat-saat tak terlupakan bagi Lilis Siti Aisah (47) yang mendengar informasi kebakaran rumah yang ditempati adiknya.
Rumah terbakar tersebut berada di sekitar kawasan Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka Babakan Cihapit no 89 RT 05/06 Kelurahan Pasirlayung Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Senin (3/7/2017) malam.
"Ini rumah yang terbakar milik saya buat ditinggal adik saya, daripada dikontrakkan buat orang lain lebih baik mereka yang menempatinya," kata Lilis Siti Aisyah, Bandung, Senin malam (3/7/2017).
Baca: Bensin Sepeda Motor yang Bocor Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Pasirluyung
Ia menilai adiknya Abdul Fatah (39) tersebut sosok yang rajin, keseharian bekerja sebagai buruh serabutan.
"Belum punya pekerjaan tetap jadi kerjaannya apa saja dikerjakan, diajak (jaga) parkir dia mau," ujar Lilis.
Tapi petaka secara tiba-tiba menimpa keluarga adiknya itu yang mengakibatkan anak pertamanya Zulfa Faisa Rahman (15) meninggal dunia.
Kediaman yang ditempati adiknya hangus dilalap api.
Diduga, api berasal dari bensin sebuah sepeda motor merk Honda Supra yang bocor.
Ia mengaku hampir setiap hari datang silaturahmi ke rumah yang didiami oleh adiknya.
"Baru tiga hari kemarin tidak ke sini, cuma tidak enak perasaan. Saya bawa tidur tidak bisa, terus baca Alquran karena perasaan tidak enak," katanya.
Mendengar informasi kebakaran tersebut, Lilis bersama suami dan satu anaknya bergegas berangkat mengendarai sepeda motor dari rumah menuju tempat kejadian.
Ia terkejut dan tak percaya dengan apa yang terjadi.
Akibat kebakaran itu, Abdul Fatah dan istrinya Yuli Lestari (41) serta anak mereka, Ghina Cinta Alifah Rahman (8), dirawat di Rumah Sakit Santo Yusup Bandung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/motor_20170703_233035.jpg)