Minggu, 12 April 2026

Kisah Mumu, Penghuni Asli Teras Cikapundung yang Kehilangan Rumah dan Teman-temannya

Sudah delapan tahun Muhammad Rian (20) alias Mumu tinggal di Cikapundung, perubahan drastis mulai dari kehilangan tempat tinggal dan teman sudah ...

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Futhuriyyah Rufaidah Mahendra
putri puspita/tribun jabar
Urutan kiri ke kanan: Ferdiawan, Dika Mulyadi, Alfi Alfarizi M, dan Muhammad Rian (Mumu), anggota Komunitas Cikapundung di Teras Cikapundung, saat ditemui Tribun Jabar pada Jumat (30/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sudah delapan tahun Muhammad Rian (20) alias Mumu tinggal di Cikapundung, perubahan drastis mulai dari kehilangan tempat tinggal dan teman dirasakannya sejak pembangunan Teras Cikapundung.

Mumu mengaku antara senang dan sedih melihat keadaan Teras Cikapundung saat ini.

"Senang karena tempat ini menjadi bagus banyak yang berkunjung, sedih karena saya kehilangan teman-teman yang dulu tinggal di sini," ujar Mumu saat ditemui di Jalan Babakan Siliwangi pada Jumat (30/6/2017).

Mumu menjelaskan ketika tempat tinggalnya dipindahkan ia diajak bergabung di Komunitas Cikapundung, sedangkan teman-teman lainnya memililih meninggalkan Cikapundung.

Saat ini hanya tersisa delapan anak yang mengelola Teras Cikapundung, dan mereka dibina untuk memberi instruksi pada pengunjung yang ingin rafting atau naik perahu di Teras Cikapundung.

Mumu menambahkan kegiatan lain yang ia lakukan adalah penelitian mencari jejak macan tutul di Gunung Papandayan.

"Awalnya diajak teman yang kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Geologi, sudah hampir dua tahun melakukan penelitian," ungkap Mumu.

Ia menjelaskan macan tutul saat ini sudah hampir punah, penelitian itu dilakukan untuk menjaga eksistensi macan tutul karena dilindungi.

Mumu juga menceritakan cara mencari jejak macan tutul bisa dilihat dengan cakaran macan yang ada di pohon, dan biasanya macan hanya akan menerkam jika kita berhadapan dengan mereka.

Hingga saat ini Mumu dan sebagian temannya tetap bertahan di Cikapundung, bahkan sehari-hari Mumu tidur di area Teras Cikapundung.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved