Kamis, 30 April 2026

Kisah Inspirasi

Cerita Ajeng, Wanita Security Bandara, dari Cinlok Sampai Dilempar Sepatu Penumpang

“Saya pernah sampai dilempar sepatu oleh penumpang. Biasa lah, rata-rata orang yang sudah punya jabatan, dia tidak mau ribet,” ujar Ajeng.

Tayang:
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Diajeng Annisa, Aviation Security Bandara Husein Sastranegara. 

Ia mengaku menikmati pekerjaannya sebagai petugas keamanan di Bandara Husein Sastranegara, karena dari pekerjaannya ia bisa bertemu dan menolong banyak orang.

Ia mencontohkan saat ada koper penumpang yang tertukar atau tertinggal, ia harus bergerak cepat untuk mencari tahu kebenarannya di tengah kesibukan aktivitas di bandara.

“Mau ngga mau, satu di antaranya, ngecheck CCTV. Di situ ada nilai plusnya, bisa membantu orang,” kata Ajeng.

Dilempar Sepatu oleh Penumpang

Setiap pekerjaan memiliki duka masing-masing, tidak terkecuali Ajeng sebagai petugas keamanan bandara.

Baginya, caci maki dan kata kasar yang dilontarkan penumpang kepadanya merupakan makanan sehari-hari.

Tetapi ada satu kejadian yang hampir membuat mentalnya jatuh.

Kejadian itu berlangsung ketika tahun 2010 saat seorang pria yang memakai jas menolak untuk diperiksa sesuai dengan standar prosedur bandara.

“Saya pernah sampai dilempar sepatu oleh penumpang. Biasa lah, rata-rata orang yang sudah punya jabatan, dia tidak mau ribet,” ujar Ajeng.

Sebagai petugas keamanan yang baik, Ajeng tetap meminta pria tersebut untuk mematuhi prosedur pemeriksaan seperti menaruh barang elektronik, tas, dan menanggalkan jas.

Pria tersebut juga diminta untuk menanggalkan sepatunya karena mengandung bahan logam.

Sudah menjadi prosedur standar di bandara, jika metal detector berbunyi ketika seorang lewat, maka pemeriksaan harus diulang sampai tidak ada bunyi sama sekali.

Tetapi pria tersebut menolak, kemudian ia malah naik pitam.

Sepatu yang dikenakan langsung dilayangkannya dari jarak satu meter ke arah tubuh Ajeng.

“Rata-rata orang yang menolak diperiksa itu orang yang sudah punya jabatan semua. Kalau orang awam, apalagi orang asing, mereka sudah tanpa kita suruh, mereka tahu. Tetapi warga kita sendiri yang merasa (jabatan) tinggi, begitu. Ya, tapi ngga semua sih,” jelas Ajeng.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved