Minggu, 19 April 2026

Leisure

One Eighty Coffee & Music Sajikan Hidangan Sambil Merendam Kaki

Satu diantaranya yang sedang tren adalah One Eighty Coffee & Music di Jalan Ganeca Kota Bandung.

Penulis: Fasko dehotman | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN
Tampilan depan One Eighty Coffee & Music. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Bandung bukan hanya sekedar kota yang dijadikan tujuan wisata alam, tetapi juga wisata kuliner.

Banyak resto atau cafe bernuansa alam yang diburu penikmat kuliner.

Satu diantaranya yang sedang tren adalah One Eighty Coffee & Music di Jalan Ganeca Kota Bandung.

Saat menyambangi tempat ini jangan terkecoh tampilan luarnya yang bergaya Belanda.

Saat masuk ke dalamnya terlihat bar yang melingkar 180 derajat dan kaca-kaca cantik yang berfungsi sebagai dinding.

Terlihat gaya futuristik di dalam One Eighty Coffee & Music yang dibalut kaca-kaca pada dindingnya.
Terlihat gaya futuristik di dalam One Eighty Coffee & Music yang dibalut kaca-kaca pada dindingnya. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Ditambah konsep interior yang bernuansa alam plus kolam di dalamnya.

One Eighty Coffee & Music dirintis pada 15 Juli 2016, oleh Muchlis dan Alvin.

Muchlis Ahmad selaku Operational Manager menuturkan, penamaan One Eighty Coffee & Music berdasarkan coffee bar yang melengkung 180 derajat, dan sebagai panggung Live Music.

Coffee bar One Eighty Coffee & Music yang terlihat melengkung 180 derajat.
Coffee bar One Eighty Coffee & Music yang terlihat melengkung 180 derajat. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Muchlis menambahkan hal paling menarik di One Eighty Coffee & Music yakni kolamnya.

"Kolam tersebut bukanlah untuk berenang, melainkan tempat makan yang berada di kolam," jelas Muchlis.

Terlihat kursi dan meja disusun sedemikian rupa pada air kolam setinggi kurang lebih 15 cm.

Muchlis mengaku konsep awal One Eighty Coffee & Music adalah garden.

"Ketika saya berjalan-jalan di luar negeri, saya melihat di pinggir pantai ada kolamnya, lalu menginspirasi saya untuk mendekor seperti itu," jelas Muchlis pada TribunJabar.co.id, Jumat (23/6/2017).

Muchlis menjelaskan lebih lanjut, sebagian besar pengunjung menginginkan tempat makan di atas kolam. "Tapi kalau di kolam harus masuk waiting list,” lanjut Muchlis.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved