Sabtu, 18 April 2026

Ahmad Hassan Sebar Islam Lewat Tulisan, Karyanya Dirindukan Soekarno saat Pengasingan di Ende

Kalau mengenai keislaman, pemahaman Soekarno memang dekat dengan pemahaman A Hassan, dan Buya Hamka," ujarnya.

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Masjid dan Pesantren Persatuan Islam di Jalan Pajagalan, Kota Bandung, menjadi cikal bakal pesantren Persatuan Islam, yakni organisasi yang bermula dari pengajian keluarga yang dihadiri A Hassan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Ratusan buku dan majalah yang ditulisnya menjadi alat untuk menyebarkan ajaran Islam di Bandung dan Indonesia.

Karya-karya Ahmad Hassan ini pun dirindukan Soekarno, saat diasingkan di Ende, Flores, NTT.

Pengajian keluarga yang digelar Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus di sebuah rumah di jalan yang kini bernama Jalan Oto Iskandar Dinata, Kota Bandung, tahun 1923, menarik perhatian Ahmad Hassan.

Pria keturunan India yang lahir di Singapura ini tertarik dengan kajian-kajian mengenai ibadah, fikih, dan bidang ajaran Islam lainnya yang dibahas di rumah tersebut.

Ahmad Hassan pun kian sering mengikuti pengajian itu. Jumlah pesertanya pun kian banyak.

Pengajian berubah menjadi diskusi ilmiah seputar Islam, sampai lahirlah organisasi Islam Persatuan Islam atau disingkat menjadi Persis. 

Ahmad Hassan atau yang dikenal dengan sapaan A Hassan ini pun mencurahkan banyak ilmu agama Islamnya pada pengajian dan organisasi tersebut, di samping tujuannya mengembangkan industri tekstil di Bandung.

Organisasi Persis kian membesar, sampai dibangunlah Masjid dan Pesantren Persatuan Islam di Jalan Pajagalan, Kota Bandung, di tengah pecinaan dan kawasan kota.

Kerinduannya atas pekerjaannya dulu sebagai redaktur majalah saat di Singapura pun dirasakan saat tinggal di Bandung.

A Hasan, akhirnya, memutuskan untuk menerbitkan majalah yang membahas kajian-kajian keislaman, dari mulai bahasan ibadah, fikih, hadis, Alquran, sampai sejarah Islam.

"Majalahnya bernama 'Al Ihsan', berbahasa Melayu, kemudian diterbitkan juga majalah 'Pembela Islam'. Majalah ini memiliki konten menarik, yaitu berbagai kajian Islam, bukan berisi berita. Majalah-majalah tersebut booming saat itu, menjadi bahan bacaan warga Bandung dan sekitarnya," kata Ketua Bidang Garapan Pengembangan Dakwah dan Kajian Pemikiran Islam PP Persis Dr Tiar Anwar Bachtiar, Selasa (20/6/2017).

Penggunaan majalah dan buku, katanya, menjadi gaya khas penyebaran dakwah Islam oleh A Hassan sekaligus Persis di Indonesia.

Selain majalah, A Hassan pun telah menulis sekitar 150 judul buku yang membahas seputar Islam.

Karya-karyanya ini menjadi bacaan kajian Islam favorit Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved