Kamis, 11 Juni 2026

Kisah Sopir Mobil Pengantar Jenazah di RS Hasan Sadikin Bandung

Menjadi sopir mobil jenazah bukanlah pekerjaan sepele. Nyali besar dalam menjalankan pekerjaan itu sangat dibutuhkan. Itulah kisah Jeki, sopir RSHS.

Tayang:
TRIBUNJABAR.CO.IO/HILMAN KAMALUDIN
Beberapa sopir mobil jenazah sedang menunggu di dekat kamar jenazah RS Hasan Sadikin Bandung 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin.

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Menjadi sopir mobil jenazah bukanlah pekerjaan sepele.

Nyali besar dalam menjalankan pekerjaan itu sangat dibutuhkan.

Begitulah yang dikisahkan seorang sopir mobil jenazah, Jeki (52).

Pria tersebut selama ini menggeluti pekerjaan sebagai sopir mobil jenazah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.

"Selama 3 tahun ini saya merasakan suka dukanya menjadi sopir jenazah, nyali, fisik harus kuat, terutama nyali yang harus dipersiapkan" ujar Jeki saat ditemui tribunjabar.co.id, Jum'at (9/6/2017).

Jeki ditemui tribunjabar.co.id di lokasi tempat bertugas, yakni di depan kamar jenazah RSHS Bandung.

Baca: Inalillahi, Julia Perez Meninggal Dunia

Di depan kamar jenazah RSHS Bandung, ada pos untuk berkumpul dan istirahat bagi sopir mobil jenazah.

Sopir mobil jenazah itu sudah siap jika ditugaskan dari pihak RSHS Bandung.

Ketika sepi order mengantar jenazah, praktis mereka hanya menunggu di pos.

Dalam sehari kadang jadwalnya kosong. Tetapi saat padat, semua sopir dikerahkan untuk mengantar pasien.

Menyetir mobil jenazah tidak bisa disamakan dengan mengendarai mobil biasa.

Baca: Julia Perez Meninggal, Ruben Onsu: Kenapa Lo Ninggalin Gue?

Kondisi mobil jenazah yang memiliki pemisah antara jenazah dan kabin menjadi salah satu masalah.

Saat jarak jauh, kondisi fisik dan kenyamanan menjadi taruhan. Sebab, posisi duduk tidak bisa disandarkan ke belakang dan posisi tubuh harus tegak 90 derajat.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved