Gedung Pakuan
Ini 8 Fakta Gedung Pakuan, Rumah Dinas Gubernur Jabar yang Mungkin Belum Anda Tahu
Di sudut paling kanan Gedung Pakuan, terlihat sebuah guci setinggi 150cm berlukiskan laki-laki setengah telanjang
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Gedung Pakuan adalah rumah dinas Gubernur Jabar yang berlokasi di Jalan Cicendo No 1, Kota Bandung.
Berikut ini merupakan fakta-fakta tentang Gedung Pakuan
1. Dibangun pada era kolonial
Gedung ini dibangun pada masa Gubernur Jenderal Ch. F. Pahud pada tahun 1867 sebagai akibat dari kebijakan pemindahan Ibukota Karesidenan Priangan dari Cianjur ke Bandung.
2. Luas Tanah
Berdasarkan penuturan staf Rumah Tangga Pimpinan di Gedung Pakuan, Jojo Suparjo, luas tanah yang digunakan Gedung Pakuan, kurang lebih tiga hektare.
3. Digunakan Sebagai Runah Dinas Gubernur sejak tahun 1950
Pada tahun 1948, Gedung Pakuan digunakan sebagai rumah dinas Wali Negara Pasundan, R.A.A Wiranatakusumah. Barulah pada tahun 1950, digunakan sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Barat saat itu, Mas Sewaka.
4. Tempat delegasi KAA 1955 Beristirahat
Tokoh-tokoh penting dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955, semisal Perdana Menteri Birma, U Nu, Presiden Mesir Gamal Abdul Naser dan Jaksa Agung Amerika Serika sebagai pengamat di KAA 1955 sempat mampir untuk beristirahat di gedung ini.
5. Tempat Delegasi KAA 2015 makan siang
Gedung ini juga pernah digunakan sebagai tempat para delegasi KAA 2015 untuk santap siang dalam rangka peringatan 50 tahun KAA.
6. Terdapat lukisan Ibu menggendong bayi.
Menurut penuturan Jojo Suparjo, lukisan tersebut dipajang untuk menggambarkan sisi keibuan dalam program PKK.
"Kan ibu (Netty Heryawan) ketua PKK. Jadi menggambarkan 10 program PKK," tutur Jojo.
Lukisan tersebut dipajang di sudut paling kanan sebelah pintu masuk Gedung Pakuan.
7. Guci dari Plered
Di sudut paling kanan Gedung Pakuan, terlihat sebuah guci setinggi 150cm berlukiskan laki-laki setengah telanjang.
Kata Jojo Suparjo, guci tersebut telah ada sejak era Gubernur Aang Kunaefi menjabat di periode kedua.
Guci tersebut berasal dari Plered, Purwakarta.
Plered memang telah dikenal sebagai sentra kerajinan keramik.
8. Tempat Aher Berolahraga
Menurut penuturan Jojo Suparjo, area Gedung Pakuan beberapa kali digunakan Aher untuk jogging dan bersepeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pakuan_20170609_211430.jpg)