Ramadan 2017
Ramadan, Umat Islam di Irak Juga Berbuka dengan yang Manis
Baklava atau dhatleh, kue berbentuk seperti donat yang dilengkapi lapisan gula, adalah penganan yang paling diminati untuk berbuka puasa.
Tribunnews/Ruth Vania
TRIBUNJABAR.CO.ID, BAGHDAD - Bulan Ramadan di Irak baru dimulai Selasa (6/6/2017) lalu.
Bicara soal hidangan berbuka puasa, sajian makanan dan minuman manis ternyata menjadi pilihan utama muslim di Irak.
Tak heran, jus buah memang menjadi hidangan utama pilihan muslim Irak di bulan Ramadan.
"Jus buah memang merupakan hidangan spesial Ramadan di Irak," tutur seorang penjual jus di Baghdad, Abdulkarim Razouqi.
Menurut Razouqi, tak hanya manis, hidangan jus sangat diminati muslim Irak untuk berbuka puasa lantaran dianggap penting untuk kesehatan.
Variasi jus yang menjadi favorit biasanya adalah jus delima, anggur, lemon, dan kurma.
"Jus delima jadi yang paling populer karena rasanya dan dampaknya terhadap kesehatan," jelas Razouqi.
Tak hanya minuman, makanan berbuka puasa bagi muslim Irak pun wajib yang manis.
Baklava atau dhatleh, kue berbentuk seperti donat yang dilengkapi lapisan gula, adalah penganan yang paling diminati untuk berbuka puasa.
"Orang-orang butuh energi setelah berpuasa seharian, jadi mereka lebih memilih kue-kue manis," jelas seorang pemilik toko kue dan manisan di Karrada, Saeid Younnes.
Menurut Younnes, tokonya di bulan Ramadan memang selalu ramai, terutama karena tokonya menyajikan segala macam jenis kue-kue manis seperti baklava, kaak (roti manis), dan dhatleh.
Selasa menjadi hari pertama Ramadan bagi muslim di Irak yang mayoritas menganut aliran Syiah, sedangkan bagi yang menganut Sunni, hari pertama Ramadan jatuh pada Senin (5/6/2017).
Meski terbagi pada aliran yang berbeda, muslim di Irak tetap memegang budaya berbuka puasa yang serupa. (Washington Post)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasar-di-iraq_20170607_155820.jpg)