Mozaik Ramadan
Islam Agama Welas Asih, Bukan Agama Teror
Agama Islam dipersepsikan sebagai agama teror jika ayat-ayat di dalam Alquran dibaca tanpa konteks sejarah dan asbabun nuzul.
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Islam bukan agama teror. Islam adalah agama yang welas asih, menebarkan kasih sayang dan saling menghormati antarsesama manusia.
M Kholid Syeirazi,Sekretaris Jenderal PP ISNU, dalam artikelnya di laman nu.or.id, menjelaskan, sejumlah ayat di dalam Alquran yang berbicara tentang persang sama sekali tidak membatalkan bawa Agama Islam adalah agama yang merahamati seluruh isi alam dunia.
Katanya, di dalam Alquran lebih banyak tertulis ayat-ayat lembut ketimbang ayat-ayat 'keras.'
Ayat-ayat perang, menurutnya, bersifat historis dan kontekstual. Rasulullah Muhammad diperintahkan memerangi orang-orang kafir yang memerangi dirinya dan para sahabat. Mereka memusuhi dan mengusir.
"Karena itu, ayat yang pertama kali turun tentang perang menggunakan redaksi pasif, bukan perintah aktif," katanya.
Agama Islam dipersepsikan sebagai agama teror jika ayat-ayat di dalam Alquran dibaca tanpa konteks sejarah dan asbabun nuzul. Hal itu seperti dipraktikkan oleh ISIS, organisasi afiliasi, dan simpatisannya.
Mereka membawa dunia dalam situasi perang dan saling bermusuhan.
Padahal di banyak ayat di Alquran, Allah memerintakan hambanya untuk berlaku adil dan berbuat baik, termasuk kepada non-Muslim.
Menurutnya, Allah memang melarang umat Islam bersekutu dengan kaum yang memusuhi dan mengusir umat Islam. Tetapi Allah tidak melarang berlaku adil dan berbuatbaik kepada mereka yang tidak memerangi dan mengusir umat Islam.
M Kholid Syeirazi, mengutip sebuah ayat terkait hal tersebut.
“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama, dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (dia)
