Sabtu, 11 April 2026

Jejak Penyebaran Islam

Berziarah ke Makam Pangeran Raja Atas Angin di Bandung Barat

Makam Syekh Maulana Muhammad Syafei ini, menurut Ii, kini sudah menjadi salah satu objek wisata religi di . . .

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/MUMU MUJAHIDIN
MAKAM KERAMAT - Ii Prawira Suganda, keturunan kesembilan Syekh Maulana Muhammad Syafei, berfoto di depan makam keramat Syekh Maulana Muhammad Syafei di Desa Cijenuk, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (28/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.CO.ID - SUASANA sunyi tapi menenteramkan jiwa akan begitu terasa saat kita memasuki makam keramat Syekh Maulana Muhammad Syafei, yang juga dikenal sebagai Pangeran Raja Atas Angin.

Makamnya berada di RT 01/07, Desa Cijenuk, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

DI area pemakaman seluas 2,5 hektare ini, makam Syekh Maulana Muhammad Syafei berada di sebelah makam istrinya, Nyimas Rangga Wuluh.

Di sana ada sebuah pohon besar. Akarnya menyembul ke permukaan makam.

Di kompleks pemakaman ini juga dimakamkan kedua anak perempuan Syekh Maulana Muhammad Syafei, yakni Nyimas Rangga Wulan dan Nyimas Rangga Wayan.

MAKAM KERAMAT - Ii Prawira Suganda, keturunan kesembilan Syekh Maulana Muhammad Syafei, berfoto di depan makam keramat Syekh Maulana Muhammad Syafei di Desa Cijenuk, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (28/5/2017).
MAKAM KERAMAT - Ii Prawira Suganda, keturunan kesembilan Syekh Maulana Muhammad Syafei, berfoto di depan makam keramat Syekh Maulana Muhammad Syafei di Desa Cijenuk, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (28/5/2017). (TRIBUN JABAR/MUMU MUJAHIDIN)

Cucu Syekh Maulana, Eyang Khalidin, dan tiga buyutnya, yakni Eyang Zaifah, Eyang Nur Kholifah, dan Eyang Syamsyudin, juga dimakamkan di sana.

Begitu pula dua panglima Syeks Maulana, yakni Eyang Jaga Raksa dan Eyang Jaga Wadana.

Kompleks pemakaman dipagari tembok setinggi 1,3 meteran berwarna putih. Pintu gerbang kompleks berada di sebelah barat.

Di luar kompleks pemakaman juga terdapat makam keluarga Syekh Maulana yang lain, termasuk anak pertamanya, Raden Muhammad Kamaludin. Belakangan, warga sekitar juga banyak yang dimakamkan di sekitar makam keramat tersebut.

Di bagian timur makam terdapat dua bangunan majelis yang berhadapan langsung dengan makam.

Masing- masing berukuran 18 x 9 meter, yang diperuntukkan bagi peziarah perempuan, dan 15 x 9 meter bagi peziarah laki-laki. Selain itu terdapat Masjid Al Karomah, yang dibangun pada tahun 2000-an.

Menurut Ii Prawira Suganda, pendiri Yayasan Syekh Maulana Muhammad Syafei, Pangeran Raja Atas Angin adalah keturunan langsung Sultan Ageng Tirtayasa atau keturunan kesembilan Sultan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Komplek makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat.(Silvita Agmasari)
Komplek makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat.(Silvita Agmasari) (KOMPAS.COM)

"Syekh Maulana Muhammad Syafei merupakan pelopor syiar Islam di sejumlah wilayah di Jawa Barat, mulai dari Cisewu, Garut, hingga Surade, Sukabumi," ujar Ii, keturunan kesembilan Syekh Maulana Muhammad Syafei, di kediamannya, Minggu (28/5).

Dalam syiarnya menyebarkan agama Islam, kata Ii, Syekh Maulana mendirikan sebuah pesantren sederhana yang disinggahi oleh santri-santri yang berasal dari penduduk setempat dan sekitarnya di Cijenuk. Dalam syiar ini, Syekh Maulana dibantu oleh Eyang Jaga Wadana, Eyang Jaga Raksa, dan Eyang Jaga Wulan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved