Silakan Berwisata, Tapi Tetap Harus Waspada
Sudah jauh-jauh hari dipasang papan pengumuman. Disparbud juga pasang pengumuman di pantai yang jadi objek wisata
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Agung Yulianto Wibowo
GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Dalam sepakan ini, tiga orang meninggal dunia akibat terseret arus laut pantai selatan Garut. Peristiwa pertama merenggut nyawa seorang pegawai bank di Pantai Bobo, Kecamatan Cikelet, Garut, Kamis (11/5/2017).
Sedangkan pada Minggu (14/5/2017), dua orang yang merupakan mahasiswa dan dosen STAI Siliwangi, Leles, Garut, meninggal setelah terbawa arus Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakari, mengatakan ombak laut selatan Garut berbahaya bagi keselamatan jiwa pengunjung.
Terutama bagi pengunjung yang beraktivitas di sepanjang bibir pantai.
"Ombaknya tinggi dan sudah sering menelan korban jiwa. Apalagi sekarang cuacanya masih hujan," ujar Dadi di Kantor Pemkab Garut, Senin (15/5/2017).
Dadi menyebut gelombang laut di pantai selatan Garut dilaporkan mencapai dua hingga tiga meter. Bahkan bisa mencapai empat meter.
Sejumlah larangan untuk berenang dan berhati-hati selama berada di kawasan pantai juga sudah dipasang.
"Sudah jauh-jauh hari dipasang papan pengumuman. Disparbud juga pasang pengumuman di pantai yang jadi objek wisata," ucapnya.
Panjang pantai di Garut yang mencapai 80 kilometer, ucap Dadi, perlu diwaspadai para pengunjung. Kontur ombaknya pun berbeda dengan pantai utara.
"Silakan berwisata dan menikmati suasana pantai. Tapi tetap harus waspada dan menjaga keselamatan jiwa," katanya. (wij)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/perahu-nelayan-di-pantai-sentolo-garut_20160807_101721.jpg)