Macan Tutul Jawa Ada di Semua Gunung di Jabar
Dalam kurun waktu 2001-2016, kata Hendra, 13 ekor Macan Tutul Jawa dilaporkan keluar dari habitatnya.
Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Macan Tutul Jawa merupakan satwa yang dilindungi. Jumlah hewan itu di Jabar pun masih misterius. Instansi terkait tak memiliki data pasti soal jumlah hewan yang memiliki nama latin Panthera Pardus Melas itu.
Namun keberadaannya diprediksi ada di setiap wilayah di Jabar. Hal itu dikatakan Hendra Gunawan, Ketua Forum Macan Tutul Jawa (Formata).
"Ada 76 titik lokasi di mana macan tutul (Jawa) ditemukan. Dari 76 titik ini ada 26 kluster populasi. Dari satu kluster terdapat beberapa Macan Tutul Jawa," kata Hendra dalam pembahasan hasil studi populasi dan habitat Macan Tutul Jawa SM Gunung Sawal di Kebon Binatang Bandung, Selasa (25/4/2017).
Pria yang juga peneliti di bidang konservasi di Pusat Litbang Hutan Bogor mengatakan, habitat Macan Tutul Jawa itu kebanyakan di gunung. Meski belum teridentifikasi jumlahnya, kata dia, hampir di semua gunung di Jabar terdapat Macan Tutul Jawa.
"Yang jadi persoalan saat ini daya tampungnya karena seekor Macan Tutul Jawa itu teritorialnya 600-700 hektare," ujar Hendra.
Dalam kurun waktu 2001-2016, kata Hendra, 13 ekor Macan Tutul Jawa dilaporkan keluar dari habitatnya. Ia menduga, ke-13 ekor yang keluar dari habitatnya itu tidak memiliki teritorial setelah kalah bertarung dengan Macan Tutul Jawa lainnya.
"12 dari 13 ekor itu teridentifikasi remaja jantan. Mereka keluar habitat karena kalah dengan yang dewasa," ujar Hendra.
Secara alami, kata Hendra, Macan Tutul Jawa yang kalah merebut wilayah itu akan mencari wilayah di hutan lain. Lantaran luas hutan terbatas dan tak ada jalan menuju hutan lain, macan tersebut masuk ke permukiman warga.
"Itu yang kami khawatirkan. Di Suaka Margasatwa Gunung Sawal saja bisa menampung 17 ekor jika kondisi hutannya bagus. Tapi baru terdeteksi 5 ekor," kata Hendra.
Hendra menilai, pengelolaan suaka margasatwa di Jabar sebetulnya sudah sangat baik, satu di antaranya Suaka Margasatwa Gunung Sawal. Namun, kata dia, masih memerlukan pengelolaan yang terintegrasi menyusul pengeolaan hutan di Gunung Sawal bukan hanya BBKSDA Jabar.
"Perlu manajemen integrasi mengelola suaka margasatwa dan hutan karena Macan Tutul Jawa tidak mengenal hutan produksi, hutan rakyat, dan hutan lindung. Agar semua bisa jadi habitat, hutannya jangan sampai gundul, gulma di hutan produksi jangan disiram herbisida, dan lainnya. Makanya perlu pengaturan dengan model pengelolaan yang terintegrasi," kata Hendra. (cis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/macan-tutul-gunung-sawal_20151120_172817.jpg)