Warga Cileunyi Ini Nyaris Tertimpa Pohon Saat Melintas di Gasibu
Walaupun lutut kanannya terluka, Sagiman (42) masih bisa mengucap syukur. Warga Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ferri Amiril Mukminin
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Walaupun lutut kanannya terluka, Sagiman (42) masih bisa mengucap syukur. Warga Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, ini merasa beruntung, pohon tumbang yang menimpanya saat mengendarai sepeda motor di Jalan Sentot Alibasyah, sekitar Gasibu, Rabu (19/4/2017) tidak sampai melukai tubuhnya dan sepeda motornya sampai parah.
Sagiman mengatakan saat itu dia tengah dalam perjalanan dari rumahnya menuju tempat kerjanya di Bandung Electronic Center. Cuaca panas akibat terik matahari yang dirasakannya sejak dari Cinunuk, tiba-tiba berubah menjadi hujan es saat dirinya melewati kawasan Suci, sekitar pukul 13.40.
Dia pun melanjutkan perjalanannya dan berniat menepi di depan Gedung Sate. Sebab, katanya, angin saat itu bertiup sangat kencang. Jarak pandangnya hanya sekitar 1 meter. Hujan pun terasa keras menerpa dari arah kiri dan kanannya. Namun, beberapa meter sebelum mencapai halaman Gedung Sate, sebuah pohon tumbang menimpanya.
"Saat gelap-gelapnya oleh badai, tiba-tiba pohon sebelah jalan tumbang. Salah satu cabangnya merusak bagian depan motor saya, cabang lainnya tepat di belakang motor. Saya ada di tengah-tengahnya," kata Sagiman yang masih bernapas terengah-engah beberapa saat setelah kejadian tersebut.
Sebuah mobil sedan di depannya, kata Sagiman, tertimpa cabang pohon tumbang tersebut sampai rusak. Namun katanya, penumpangnya tidak mengalami luka. beberapa saat kemudian, mobil tersebut pun meninggalkan lokasi tergesa-gesa.
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.50. Di kompleks Gedung Sate, setidaknya enam pohon tumbang dan banyak ranting pohon yang patah dan berjatuhan, beberapa spanduk serta tenda pun tumbang.
Akibat hujan yang deras dan tersapu angin, sejumlah titik di Gedung Sate pun bocor. Air hujan masuk melalui celah jendela dan pintu. Halilintar yang terus menggelegar membuat alarm mobil yang terparkir jadi menyala.
Hujan deras ini mengakibatkan jarak pandang di pusat kota ini hanya sekitar 5 meter. Warga yang tengah berolahraga di gasibu menepi, dan kendaraan di Jalan Dipenogoro serta sekitarnya memilih menepi.(sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/evakuasi-pohon_20170419_164510.jpg)