VIDEO - Suasana Duka di Rumah Keluarga Ipda Zasmi Dias
Sebelum dimakamkan, Zasmi akan disalatkan warga di masjid tak jauh dari kediaman orangtuanya usai salat duhur.
Penulis: cis | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ipda Zasmi Dias ditemukan tewas di samping masjid Sekolah Polisi Negara (SPN) Labuan Panimba, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (3/4/2017) sekitar pukul 16.30 WITA. Jenazahnya tiba di rumah kediaman orang tuanya di Jalan Ice Skating, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (4/4/2017).
Rencananya, jenazah Zasmi akan dikebumikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog. Sebelum dimakamkan, Zasmi akan disalatkan warga di masjid tak jauh dari kediaman orangtuanya usai salat duhur. Sejumlah personel Brimob pun akan melakukan upacara pemakaman untuk mendiang.
Pantauan Tribun, sejumlah pelayat mendatangi kediaman orangtuanya. Tak hanya aparat kepolisian, warga sipil pun melayat ke rumah orang tua mendiang. Sejumlah karangan bunga pun terpajang di depan rumah. Beberapa di antaranya karangan bunga dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Komandan Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail.
Komandan Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, Brigjen Pol Abdul Rakhman Baso, mengatakan, Ipda Zasmi meninggal akibat bunuh diri. Namun, belum diketahui motif jebolan Akademi Kepolisian 2015 itu nekat menghabisi nyawanya sendiri.
"Kami belum bisa memastikan, masih investigasi," kata mantan Kapolrestabes Bandung itu ketika ditemui wartawan usai melayat di kediaman orang tuan Zasmi di Jalan Ice Skating, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (4/4/2017).
Abdul Rakhman mengatakan, mendiang tak memiliki persoalan di kesatuannya. Antara Zasmi, anak buahnya, dan komandannya, pun tak ada persoalan. Ia menyebut, Zasmi merupakan prajurit yang baik dan bisa menjalin keharmonisan dengan sesama anggota di tempatnya bertugas.
"Konflik terkait dengan tugasnya tidak ada masalah selama enam bulan. Yang jelas internal tidak ada konflik," kata jenderal bintang satu itu.
Ditanya ada persoalan di luar tugas, Abdul Rakhman belum bisa memastikannya. Namun, berdasarkan keterangan komandan kompi, Zasmi terlihat murung sepulang dari Operasi Tinombala atau sebelum pulang ke Kota Bandung.
"Kami semua berduka dengan adanya musibah ini. Tidak ada yang menghendaki, itu semua takdir," ujar Abdul Rakhman. (cis)