Kuliner Bandung

Gelato Sehat Racikan Chef Italia Bisa Tahan Lima Hari

Tak hanya itu, ada pula gelato banana caramel waffel. Menu ini lebih disajikan bersama pisang, waffel, dan vanila gelato

Penulis: Isa Rian Fadilah | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUN JABAR
Gelato di Terminale menawarkan berbagai varian yang sehat. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Es krim asal Italia, Gelato, sudah begitu terkenal di berbagai belahan dunia. Rasanya yang lezat dan tak terlalu manis membuat banyak orang menggandrunginya, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Gelato dengan kadar gula rendah dibuat dari susu segar dan buah asli tanpa essence atau pun creamer, apalagi pemanis dan pewarna bisa didapatkan di Terminale Gelato. Gelato di sini dibuat dengan bimbingan chef asal Italia, sehingga rasanya cukup autentik. Ada 24 varian rasa yang dirotasi secara berkala.

Gelato disajikan dalam empat macam cup, yakni cup 80 mililiter (ml), 120 ml, 180 ml, dan 260 ml. Gelato pun bisa disajikan dengan menggunakan cone, ukurannya sebanding dengan cup berkapasitas 120 ml. Tak hanya itu, ada pula gelato banana caramel waffel. Menu ini lebih disajikan bersama pisang, waffel, dan vanila gelato. Selain itu, gelato pun dikombinasikan dengan beragam minuman, seperti smoothies, affogato, dam lemon tea.

"Gelato kami konsepnya sehat. Gelato selama beku, tahan lima hari. Habis tidak habis buang. Karena tanpa bahan pengawet. Kami menjaga standar, lima hari out," ujar Marketing Manager Terminale Gelato, Angel Mogie, saat ditemui di kafe tersebut di Living Plaza Dago, Jalan Ir H Juanda, Bandung, pekan lalu.

Gelato diproduksi langsung di kafe tersebut. Selain autentik, harga gelato tidak dibedakan berdasarkan rasa. Semua varian rasa dihargai sama, harga ditentukan dari volume gelato pada cup.

Mulai Rp 21 ribu, Anda sudah bisa menikmati gelato dengan dua varian rasa. Sejauh ini, sebagian besar pelanggan menyukai varian pistaccio (kacang impor), cheese cake, cokelat cabai, durian, stroberi, dan sirsak.

"Kami jamin bahan kami premium. Kalau banyak gula es krim tidak mudah meleleh, tapi tidak sehat. Dengan gula rendah, kami ambil risiko mudah meleleh tapi sehat. Kami komitmennya gelato harus sesuai dengan daerah asalnya," ujarnya. (ee)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved