Rabu, 8 April 2026

Virus Flu Burung

Ratusan Unggas Mati Mendadak, Warga Lembur Sawah Cimahi Kaget

Pelaksana tugas (Plt), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Cimahi Huzen Rachmadi, mengaku pihaknya

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Dedy Herdiana
NAZMI ABDURRAHMAN
Petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Cimahi, melakukan penyemprotan desinfektan di kandang unggas milik warga di Kampung Lembur Sawah, RT02/14, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (15/3/2017). 

Laporan Nazmi Abdurrahman

CIMAHI, TRIBUNJABAR.CO.ID - Warga di Kampung Lembur Sawah, RT02/14, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi dikagetkan dengan kematian mendadak ratusan unggas milik warga.

Ketua RT02/14, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi Aos Hasan mengatakan, peternakan unggas tersebut milik Mamat dan Bondi warga RT02.

Sejak awal kata Aos, warga memang sudah curiga adanya virus flu burung. Sebab, dalam satu hari banyak unggas yang mati secara tiba-tiba.

"Total itu sampai 500 unggas, warga memang sudah ada kecurigaan, Kemudian RW langsung melaporkan ke Dinas, dari Dinas dilakukan pengecekan dan ternyata benar (flu burung)," ujar Aos, saat ditemui di Kampung Lembur Sawah, RT02/14, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (15/3/2017).

Pelaksana tugas (Plt), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Cimahi Huzen Rachmadi, mengaku pihaknya sudah menurunkan petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Cimahi, untuk melakukan penyemprotan kandang unggas dengan desinfektan.

Di lokasi kata Huzen, terdapat empat kandang yang dimiliki empat orang warga setempat, namun hanya dua kandang yang positif terpapar virus Avian Influenza (AI).

"Kematian unggas ini sudah berlangsung sejak awal Maret 2017. Namun, baru dilaporkan pekan lalu," ujar Huzen.

Dikatakan Huzen, selain penyemprotan desinfektan, petugas juga terpaksa melakukan depopulasi unggas yang masih hidup, untuk mencegah penyebaran virus.

"Awalnya kami mendapati 595 ekor unggas jenis ayam, bebek, dan entog yang mati mendadak secara bertahap, kemudian dilakukan rapid tes secara acak, hasilnya ternyata positif AI. Makanya kami lakukan depopulasi," ucapnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penularan virus flu burung, jika mendapati gejala yang mengarah kepada flu burung pada unggas, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditindaklanjuti dan dicegah penyebarannya. (bb)


Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved