Korea Utara

Ini Ada Lowongan Jadi Dosen di Pyongyang

Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang mengumumkan tawarannya itu lewat sebuah situs lowongan pekerjaan di Inggris

Editor: Adityas Annas Azhari

PYONGYANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Jika Anda tengah mencari pekerjaan di luar negeri dan memiliki latar belakang ilmu pendidikan, mungkin lowongan pekerjaan ini bisa dipertimbangkan.

Sebuah universitas swasta pertama di Korea Utara tengah mencari seorang dosen bahasa Inggris untuk bekerja di Pyongyang selama beberapa tahun.

Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang mengumumkan tawarannya itu lewat sebuah situs lowongan pekerjaan di Inggris.

"Dosen bahasa Inggris itu akan diminta komitmennya untuk mengajar sepajang semester selama 15 pekan. Semester musim semi dimulai awal Maret dan berakhir pertengahan Juni. Semester musim gugur dimulai awal September dan berakhir pertengahan Desembar," demikian isi iklan lowongan kerja itu.

Iklan lowongan itu tidak menyebutkan gaji atau tunjangan yang akan diperolej jika seorang kandidat diterima bekerja di universitas tersebut.

Namun, sejumlah tawaran pekerjaan dari Korea Utara biasanya menyediakan bonus 1.000 euro atau hampir Rp 16 juta termasuk tiket pulang pergi Pyongyang-Beijing.

Selain itu, dipastikan orang tersebut mendapatan visa Korea Utara, liburan akhir pekan di seluruh negeri, biaya makan, dan akomodasi sekelas hotel bintang tiga.

Syarat mereka yang ingin melamar adalah harus memiliki gelar master dan setidaknya satu tahun pengalaman mengajar bahasa Inggris di sekolah, akademi, atau universitas.

Universitas ini menerima pelamar dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia.

Sementara, warga Korea Selatan tak perlu melamar karena Korea Utara tak menerima lamaran kerja dari siapapun yang pernah bekerja di Korea Selatan, apapun kewarganegaraannya.

Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang bukan hanya institusi pendidikan swasta di Korea Utara, universitas ini juga merupakan kerja sama kedua Korea yang didukung sejumlah individu dari berbagai negara termasuk Cina dan AS. (kompas.com)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved