Travel Jabar
Video: Indahnya Sunset dari Ketinggian Burangrang
Salah satunya, destinasi wisata Panenjoan di Kampung Cinangka Desa Sindang Panon Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ferri Amiril Mukminin
PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pegunungan Burangrang tidak hanya gudang raksasa tempat mengalirnya air ke dataran rendah di Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Subang dan Purwakarta lewat berbagai air terjun maupun mata airnya.
Namun, Pegunungan Burangrang hingga kaki gunungnya juga menyajikan landscape lembah, ngarai hingga hutan tropis di bawahnya. Kreatifitas masyarakat desa di sekitar gunung mengubahnya menjadi destinasi sederhana, bisa air terjun, kolam mata air maupun wisata ketinggian. Meski sederhana, namun jadi tujuan masyarakat perkotaan.
Salah satunya, destinasi wisata Panenjoan di Kampung Cinangka Desa Sindang Panon Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, sebuah kampung yang dikelilingi kebun teh yang saat ini konsesinya dipegang PT Karti Wana Raya. Disebut Panenjoan, berawal dari nenjo atau melihat karen di tempat tersebut mampu melihat pemandangan luas.
Sejak sebulan terakhir, menajemen perusahaan dan warga sekitar menyulap sebagian kebun tehnya jadi "balkon" luas dengan landscape jajaran pegunungan batu yang sekilas mirip benteng dan membendung Bendungan Ir H Juanda Jatiluhur karena persis di sebelah bendungan terdapat genangan danau.
Warga dibantu manajemen membuat balkon-balkon jalan setengah melingkar dan memanjang dengan dasar pijakan berupa kayu selebar tiga meter yang mampu memuat 40 orang. Disanalah, sejak sebulan terakhir, para generasi milenial menggunakan berbagai kameranya menangkap pemandangan alam, hutan tropis, Bendungan Jatiluhur, Purwakarta kota, ngarai hingga lembah.
Balkon itu juga langsung menghadap ke barat dan barat laut. Otomatis, suasana sore begitu dinanti karena menyajikan pemandangan matahari terbenam. Di balkon, Purwakarta kota dan Bendungan Jatiluhur berada di arah barat laut.
Sehingga, semburat awan yang tersinari matahari terbenam di barat menyinari jajaran pegunungan yang membendung Jatiluhur. Warna kemerahan dari matahari terbenam membuat silhouette gunung dengan gradasi merah emas di langut dan hitam.
"Begitu memanjakan mata, sejak kecil kami disini sudah sering kami lihat pemandangan seperti ini dan sekarang, warga luar jauh-jauh datang kesini untuk melihat momen ini," ujar Beni (28), pengelola destinasi wisata Panenjoan, saat ditemui Sabtu (21/1).
Menuju destinasi yang baru dibuka satu bulan ini harus menempuh jarak sekitar kurang dari 25 kilometer dari Purwakarta, dengan mengambil ruta jalur Purwakarta-Wanayasa dan Wanayasa - Bojong. Di perempatan Bojong-Pasanggrahan, arahkan kendaraan ke kanan dan ikuti jalan menuju Desa Sindang Panon sejauh kurang lebih dua kilometer.
"Saking sudah terkenal, dari Jalan Wanayasa - Bojong tanya saja mau ke Panenjoan, warga sudah banyak yang pada tahu," ujar Beni.
Setibanya di lokasi, parkirkan kendaraan di sekitar pabrik teh. Hanya butuh biaya tiket masuk Rp 5000 dan parkir motor Rp 2 ribu kemudian jalan kaki sejauh 200 meter untuk menginjakan kaki di balkon dan melihat pemandangan menakjubkan tersebut. Keuntungan dari tiket dibagi dua antara warga dan perusahaan teh tersebut.
"Datang kesini saat sore hari melihat sunset di pegunungan lebih menarik, lebuh memuaskan. Saya puas meski jauh-jauh dari Cimahi datang kesini, sunsetnya luar biasa," ujar Redi Oktaviana (30), pelancong asal Kota Cimahi yang datang bersama lima orang temannyam (men)