Terlilit Hutang Beras Bekas Hajatan, Warga Tanjungsari Nekat Curi Domba
Kalau mencuri dan menuntun domba hanya satu ekor sedangkan yang lainnya ikut ke domba yang saya tuntun
Penulis: Deddi Rustandi | Editor: Ferri Amiril Mukminin
SUMEDANG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Terbelit utang beras sisa hajat membuat Osar (45) mencuri domba. Warga Cibogo, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari ini mengaku tak punya uang untuk membayar utang sehingga memilih jalan pintas.
“Saya punya utang beras satu kuintal sisa hajat karena tak punya uang untuk membayar, saya curi domba,” kata Osar di ruang unit reserse umum (Resum) Reskrim Polres Sumedang, Jumat (20/1/2017).
Menurutnya, ia mencuri kambing dua kali dan berhasil mendapat tiga ekor kambing. “Saya mencuri kambing langsung dari kandang milik warga yang disimpan agak jauh dari rumah pemiliknya,” kata Osar yang bekerja serabutan ini.
Pelaku mencuri seorang diri di Kampung Nyalindung, Desa/Kecamatan Sukasari. “Saya mencuri subuh sekitar pukul empat. Mencuri subuh biar tak diketahui orang karena masih sepi. Saya mencuri dan menuntun satu ekor domba,” katanya.
Disebutkan, ia mencuri domba jantan dan membuka semua pintu kandang domba lainya. “Kalau mencuri dan menuntun domba hanya satu ekor sedangkan yang lainnya ikut ke domba yang saya tuntun,” katanya sambil tertawa.
Setelah sampai di pinggir jalan raya, Osar menghubungi temannya minta dijemput dengan naik motor. “Saya minta jemput ke teman yang juga tukang ojek. Domba dinaikan motor, satu di depan dan satu dibelakang saya gendong setelah dimasukan ke karung,” kata Osar.
Taryadi (45), tukang ojek yang juga teman pelaku mengaku ia diminta menjemput Osar dan harus diantar ke bandar domba. “Saya diminta untuk mengantarkan domba bersama Osar. Saya diberi uang Rp 200 ribu,” kata Taryadi asal Simpang, Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan.
Osar sendiri menjual domba hasil curian itu seharga Rp 2,3 juta ke Aa (55) warga Raharja yang juga bandar domba. “Uangnya habis dipakai bayar utang,” kata Osar.
Ia mengaku mencuri domba sesuai pesanan saja. “Kalau ada yang butuh domba untuk disembeli, saya baru beraksi mencuri domba. Kadang dijual dagingnya atau domba masih hidup,” katanya.
Warga di Tanjungsari dan Sukasari, banyak yang memelihara domba. Kandang domba berada jauh dari rumah dan ada di pinggir perkampungan. Kebanyakan warga yang kehilangan domba jarang melapor ke polisi, kehilangan domba karena yang hilang hanya satu ekor saja. (std)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lima-ekor-domba-putih_20160302_173704.jpg)