Kongres PSSI

Begini Kronologi Tewasnya Bonek di Subang

Kasus kematian tiga bonek tersebut kini ditangani bersama oleh penyidik Polsek Pagaden dan Satreskrimum Polres Subang

Editor: Dedy Herdiana
tribunjabar/doni indra ramadan
Ilustrasi: Suporter Persebaya Surabaya menghabiskan waktunya dengan duduk dan berbaring di bawah pohon rindang di halaman Gor Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Sabtu (7/1/2017). 

SUBANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Suporter Persebaya Surabaya yang dikenal dengan sebutan Bonek meninggal di Pagedan, Subang, Jawa Barat.

Tiga dari 21 suporter itu meregang nyawa saat perjalanan menuju Bandung untuk mendatangi lokasi kongres tahunan PSSI yang diselenggarakan di kota tersebut pada Minggu (8/1/2017).

Ketiganya diduga tewas karena pengaruh minuman keras.

"Ketiga korban tewas diduga overdosis setelah sebelumnya menenggak minuman keras berkadar alkohol 70 persen dicampur air soda dan air kelapa muda," kata Kepala Polsek Pagaden, Komisaris Sirat Harsono, kepada awak media, Sabtu malam, (7/1/2017).

Dikutip SuperBall.id dari sejumlah sumber, ketiga Bonek yang meninggal tersebut adalah Brian Adam Firdaus (17), Rudi (23), dan Hasrul alias Foka (22).

Kasus kematian tiga bonek tersebut kini ditangani bersama oleh penyidik Polsek Pagaden dan Satreskrimum Polres Subang.

Kronologi Kejadian:
Sebanyak 21 bonek tersebut berangkat dari Surabaya pada Rabu (4/1/2017) dengan menumpang kendaraan roda empat gratis melalui jalur utama Pantai Utara (Pantura) Cirebon.

Pada Jumat (6/1/2017), rombongan bonek sampai di Pantura Pusakanegara, Subang.

Di Pusakanagara, mereka dijemput Singgih, aktivis Viking Kecamatan Compreng, Subang yang sebelumnya sudah berkomunikasi dengan rombongan bonek.

Selanjutnya mereka menginap di rumah Singgih.

Pada Jumat (6/1/2017) malam, saat menginap di rumah Singgih, rombongan bondo nekat tersebut melangsungkan perjamuan minuman keras berkadar alkohol 70 persen dengan campuran sprite dan air kelapa muda.

Selepas acara perjamuan miras di rumah Singgih itu, tak ada gelagat apa-apa.

Pada Sabtu (7/1/2017) pagi, mereka melakukan perjalanan dari Compreng menuju Bandung dengan mobil bak terbuka bersama Singgih.

Sesampainya di Jalan Raya Pagaden, sebagian dari rombongan bonek tersebut ada yang pingsan, bahkan meninggal di atas kendaraan yang mengangkutnya.

"Kami masih terus mendalami kasusnya dan memeriksa intensif para bonek yang masih sehat," tutur Sirat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved