Jauh-jauh Berguru ke Bogor, Penipu Ganda Uang Akhirnya Tertipu Juga
Malang melintang di dunia penggandaan uang dengan bantuan gaib sudah lama ditekuni Abdul Hamid alias Kholil (45).
Penulis: Deddi Rustandi | Editor: Ferri Amiril Mukminin
SUMEDANG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Malang melintang di dunia penggandaan uang dengan bantuan gaib sudah lama ditekuni Abdul Hamid alias Kholil (45). Namun saat melancarkan aksi tipu-tipu itu, Hamid mengaku ketipu juga korbannya. Bahkan akibat kecanduan mencari uang dengan cara gaib itu usaha warga Patrol, Desa Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut menjadi pengepul tembakau nyaris bangkrut.
“Harta saya hampir habis akibat ikut mencari uang dengan cara digandakan secara gaib. Saya kapok,” katanya di ruang Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sumedang, Selasa (20/12/2016).
Ia mengaku sejak tahun 2000 mulai tertarik karena ada yang mengajak mencari uang dengan cara penggandaan. “Saya mencari guru dan orang yang bisa menggandakan uang ke berbagai tempat. Semua mahar dipenuhi dengan biaya yang besar tapi uang tak kunjung datang juga,” katanya.
Sampai akhirnya, ia berguru ke sebuah tempat di Bogor dan melihat cara bekerja gurunya saat ritual penggadaan uang di penghujung tahun 2009. “Semua bohong semata dan hanya modus penipuan saja,” katanya.
Abdul Hamid kemudian banting setir, ia bukan lagi menjadi korban tapi mencari korban. Tersangka kemudian membentuk kelompok dan berbagi tugas. “Ada yang mencari korban kemudia menghubungi dan menyemput serta melakukan eksekusi. Saya bertugas melakukan eksekusi setelah korban didapat,” katanya.
Kawanan bandit yang berjumlah empat orang ini bukan melakukan penipuan dengan aksi penggandaan uang. Namun setelah korban ada dan dipastikan mebawa uang yang akan digandakan, merek amelakukan aksi pencurian bahkan sampai perampokan. “Pura-pura saja bisa menggandakan uang dan setelah melihat uang ada dilakukan ritual dulu dan kalau lengah uang dicuri atau dipaksa diambil,” katanya.
Setiap bulan selalu saja ada korban yang berhasil diperdayai. “Jumlahnya tak tentu kadang bisa dapat tiga orang, satu orang bahkan tak ada sama sekali. Uang yang dimabil juga tak besar paling antara Rp 5-10 juta keculai ketika melakukan aksi di Sumedang Januari lalu berhasil mengambil uang sampai Rp 225 juta,” kata Abdul Hamid yang biasa dipanggil Kholil ini.
Namun pernah juga Kholil tertipu oleh korbannya. Ternyata uang yang akan digandakan itu hanya uang mainan saja. “Saya minta Rp 40 juta dan akan digandakan menjadi Rp 2 miliar. Korban menyerahkan uang dan saat dibawa kabur ternyata itu uang mainan pecahan Rp 100 ribu. Uang aslinya hanya empat lembar, Rp 100 ribuan yang ada diatas uang mainan,” katanya sambil tertawa kecut.
Polres Sumedang sendiri meringkus Kholil dan Dona Sonjaya alias Anwar (37) warga Cukang Lemah, Desa Tenjolaya Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Dua pelaku lagi masih buron. Mereka terlibat serangkaian pencurian dan perampokan dengan modus penggadaan uang sebanyak 17 kali di Sumedang, Garut dan Tasikmalaya. (std)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/penipuan-dengan-modus-menggandakan-uang_20160728_215238.jpg)