Selasa, 12 Mei 2026

Kepala Badan Geologi : Pidie dan Aceh Masuk Zona Merah Gempa Bumi

warga diminta mengikuti arahan BPBD setempat dan tidak terpengaruh informasi dari sumber yang tidak terpercaya.

Tayang:
Penulis: cis | Editor: Machmud Mubarok
Serambi Indonesia
Gempa Aceh 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) termasuk wilayah rawan terjadi bencana gempa bumi. Badan Geologi pun memetakan Kabupaten Pidie Jaya sebagai zona merah gempa.

Berdasarkan keterangan yang diterima Tribun, kawasan zona merah itu merupakan kawasan berpotensi terlanda guncangan gempa bumi kuat dengan skala intensitas lebih besar dari VIII MMI. Berpotensi terjadi retakan tanah, pelulukan, longsoran pada topografi terjal, dan pergeseran tanah.

Zona merah tersusun batuan kuarter berupa aluvium, endapan pantai, dan rombakan gunung api muda yang bersifat lepas, belum kompak, sehingga memperkuat efek guncangan gempa bumi.

“Provinsi NAD ini sudah dipetakan sebagai daerah rawan bencana gempa tinggi karena banyak sesar aktif,” kata Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial, kepada wartawan di kantor Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (7/12/2016).

Baca: Wisnu Widjaja: Gempa Aceh Serupa Bom Atom Hiroshima

Secara umum, kata Ego, Provinsi NAD itu berada di ujung pertemuan tiga lempeng bumi yang bergerak aktif setiap hari, yakni Australia, India, dan Eurasia. Hal itu yang mengakibatkan Provinsi NAD masuk ke wilayah zona merah gempa bumi.

“NAD itu berada di ujung pergerakan lempeng, terbukti ada gempa besar dan ini salah satu gerakan masif,” kata Ego.

Ego mengatakan, gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya termasuk merusak meski tidak menimbulkan tsunami. Sebab kedalaman pusat gempa hanya 10 kilometer yang artinya sudah pasti menimbulkan kerusakan parah.

“Harapannya tidak sama seperti Desember 2004. Gempa bumi berbahaya itu ketika guncangannya di atas enam dan kedamannya dangkal,” kata Ego.

Baca: Aceh Diguncang Gempa 6,4 SR

Ego pun mengimbau kepada masyarakat tetap waspada. Hindari tinggal di bangunan yang berpotensi roboh jika terjadi gempa susulan. Selain itu, warga diminta mengikuti arahan BPBD setempat dan tidak terpengaruh informasi dari sumber yang tidak terpercaya.

“Aceh secara historis menunjukkan rtawan gempa dan secara historis lima tahun terakhir memang sering terjadi gempa,” kata Ego. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved