Operasi Tangkap Tangan
BREAKING NEWS: Ditangkap KPK, Itoc dan Atty Langsung Dinonaktifkan dari Partai Golkar
Kita belum tahu informasi yang benarnya seperti apa. Masih simpang siur. Tapi supaya Golkar tetap berjalan, Itoc (Ketua Golkar Cimahi) dinonaktifkan
Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Di tengah kabar penangkapan petahana Wali Kota Cimahi Atty Suharti dan suaminya Itoc Tohija oleh KPK, kabar mengejutkan datang dari Partai Golkar, yaitu partai yang menaungi Itoc dan Atty.
Pascaberedarnya informasi penangkapan Itoc dan Atty Suharti, Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung menonaktifkan Ketua Golkar Kota Cimahi Itoc Tohija dari jabatannya. Hal tersebut disampaikan oleh pengurus DPD Golkar Jawa Barat, Ali Hasan.
"Kita belum tahu informasi yang benarnya seperti apa. Masih simpang siur. Tapi supaya Golkar tetap berjalan, Itoc (Ketua Golkar Cimahi) dinonaktifkan dulu. Suratnya udah saya terima tadi jam 11.00 siang," kata Ali Hasan kepada Tribun, Jumat (2/12).
Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi itu, posisi Itoc untuk sementara digantikan oleh Ali Hasan.
"Saya ditunjuk sebagai Plt (pelaksana tugas) Ketua Golkar Cimahi," ungkap Ali Hasan yang juga menjabat anggota DPRD Jabar dari Dapil Kota Cimahi dan Kota Bandung.
Ali Hasan mengatakan pihaknya belum menerima informasi apakah yang ditangkap KPK tersebut hanya petahana Wali Kota Atty Suharti atau suaminya yang juga mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tohija atau bahkan keduanya. Namun yang pasti, lanjut dia, Golkar Cimahi harus tetap berjalan termasuk agenda memenangkan pasangan Atty-Ahmad pada pilkada Cimahi 2017 mendatang.
"Kalau memang Pak Itoc kembali (tidak ditangkap KPK), nanti posisinya bias balik lagi. yang jelas Golkar harus tetap berjalan," ujarnya. (zam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-umum-dpd-golkar-jawa-barat-dedi-mulyadi_20160730_170748.jpg)