Rabu, 22 April 2026

Dirut PDAM Kota Bandung Minta Maaf Warga Cipaganti Gunakan Air Kotor untuk Sehari-hari

Atas nama PDAM, saya mohon maaf ada wilayah tidak terakomodir air bersih dan saya berharap ke depan ada informasi cepat

Penulis: Tiah SM | Editor: Kisdiantoro
toaksgogreen.org
Ilustrasi: Air bersih tak mengalir. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi meminta maaf kepada warga RT 08/05 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, yang menggunakan air kotor untuk kebutuhan sehari-hari.

"Atas nama PDAM, saya mohon maaf ada wilayah tidak terakomodir air bersih dan saya berharap ke depan ada informasi cepat dari aparat kewilayahan maupun SKPD terkait agar kasus sepertu ini tidak terulang," ujar Sonny di kantornya, Sabtu (26/11).

Sonny mengatakan, PDAM sejak bulan September 2016 telah menginformasikan dan mensosialisasikan pemasangan sambungan aiir bersih bersubsidi.

Menurut Sonny, sosialisasi lewat media cetak, elektronik dan juga terjun langsung ke masyarakat melalui temu pelanggan bahkan menerjunkan 950 karyawan untuk door to door mensosialisasikan dan mencari peminat pasangan baru PDAM.

"Program pasang baru PDAM untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) disubsidi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Besaran subsidi 50 persen dari harga normal dan bisa dicicil," katanya. 

Sonny minta kepada MBR agar memanfaatkan program subsisi karena di tahun 2017 PDAM kembalu mendapat bantuan subsidi dari kemenpupera untuk melakukan sambungan baru pada masyarakat yang katagori MBR..

Menurut Sonny, mestinya masyarakat ataupun aparat kewilayahan maupun SKPD terkait sanitasi kota dapat mengetahui program sambungan aiir bersih bersubsiidi sehingga dapat dimanfaatkan dan tidak salah sasaran.
Sonny mengatakan.masih banyak kelompok MBR terlewat program subsidi kareba batas waktu pengusulan calon pelanggan MBR yang ditetapkan oleh kemenpupera terbatas hanya praktis satu bulan .
Batas wakttu sampai l30 Oktober harus sudah di kirim ke Jakarta sehingga PDAM hanya mampu menjaring calon pelanggan 20 ribu dan dari 20 ribu itu yang akan mendapat subsidi hanya 7.000 dan yang berhal dipilih oleh Kemenpupera. (tsm)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved