Pergerakan Tanah Hancurkan Rumah, 86 Jiwa Mengungsi di Madrasah
Pergerakan tanah terjadi di Kampung Balekambang RT 04/10, Desa Rawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
CIPATAT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pergerakan tanah terjadi di Kampung Balekambang RT 04/10, Desa Rawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Akibat pergerakan tanah tersebut rumah milik pasangan Ade Juhendi dan Erni Siti (41) hancur dan puluhan rumah lainnya terdampak, retak-retak di bagian tembok, lantai serta atap rumah.
"Akibat pergerakan tanah tersebut sebanyak 28 kk (kepala keluarga) dengan 86 jiwa mengungsi di madrasah pesantren," ujar Sekretaris Desa Cirawamekar Tosin di lokasi, Jumat (25/11/2016).
Tosin mengatakan para pengungsi tersebut baru menempati madrasah selama tiga hari. Sebelumnya warga mengungsi di masjid tak jauh dari lokasi pergerakan tanah.

Warga terpaksa mengungsi di madrasah dan masjid
Kejadian pergerakan tanah sendiri terhadi hampir berbarengan dengan pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cikatomas, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, yakni Jumat (18/11/2016) sore lalu.
"Sama di hari itu juga. Awalnya hanya beberapa dan langsung diungsikan ke masjid dan rumah saudaranya masing-masing," kata dia.
Menurut pantauan Tribun, pergerakan tanah tersebut menghancurkan beberapa rumah sehingga tidak layak huni. Akibat pergerakan tanah tersebut juga terdapat retakan tanah memanjang dengan kedalaman sekitar 2 meter dan beberapa titik jalan ambles sekitar setengah meter. Meski tak separah Cikatomas namun pergerakan tanah masih terus terjadi hingga hari ini. (aa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rumah-hancur_20161125_151720.jpg)