Cilampeni, dari Nama Desa Kini jadi Simbol Kelezatan Sate yang Tersohor
Jika hanya dipandang sekilas, tidak ada yang istimewa dengan sate cilampeni. Sate ini memang terlihat lebih istimewa
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.CO.ID -- Jika hanya dipandang sekilas, tidak ada yang istimewa dengan sate cilampeni. Sate ini memang terlihat lebih istimewa karena disajikan di atas hot plate dan dilengkapi tiga jenis bumbu serta acar pendamping dengan jumlah berlimpah. Namun saat dikunyah, kelembutan serat daging dan sensasi juicy dari kaldu asli yang terkandung di dalamnya akan berpadu untuk memanjakan mulut.
Sate cilampeni merupakan nama generik, seperti sate maranggi dan sate madura, yang kini dijual di berbagai tempat dengan nama rumah makan yang berbeda-beda. Cilampeni sendiri merupakan nama Desa di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Namun kini, sate tersebut tidak hanya dijual di Cilampeni, melainkan di daerah lainnya.

Sate Cilampeni
Terletak di Jalan Kopo-Soreang, tidak jauh dengan Pertigaan Jalan Gading Tutuka dan Pertigaan Stroberi, terdapat Waroeng Sate Cilampeni 3. Tempat makan ini tampak sederhana dan bersih, dengan alat pemanggang sate berasap di bagian depannya di pinggir jalan.
Pengunjung bisa langsung memesan sate cilampeni dengan pilihan daging ayam, sapi, atau kambing. Setelah dibakar, sate cilampeni diantar ke meja pengunjung, disajikan di atas hot plate. Desis terdengar mengiringi asap yang mengepul karena hot plate akan terus menjaga sate tetap panas dalam waktu yang cukup lama.
Sate ini dihidangkan bersama dua jenis bumbu. Yang pertama adalah bumbu kacang seperti sate pada umumnya dan satu lagi adalah bumbu kecap dengan campuran irisan bawang, tomat, serta cabai rawit. Sate ini pun dilengkapi dengan semangkuk acar mentimun. Tentu saja, nasi hangat satu bakul siap menjadi makanan pokoknya.
Sate ini utamanya dimakan selagi panas di atas hot plate. Dalam setiap tusuk sate kambing, terdapat bagian daging di setiap ujungnya, mengapit potongan daging yang lebih berlemak di tengahnya. Daging kambing sate cilampeni ini sangat lembut dan mudah dikunyah, rasa khas kambing sangat kuat dirasakan saat mengunyah bagian yang berlemaknya.
Daging sapi yang disajikan dalam sate cilampeni ini semuanya merupakan bagian daging, bukan lemak, jeroan, atau bagian daging manapun yang sulit dikunyah. Dalam mulut, daging ini dapat dikunyah dengan sangat mudah, kaldu yang terjebak di dalam daging saat proses pembakaran, langsung meleleh di dalam mulut, juicy seperti steak yang dimasak sampai kematangan medium.
Sate cilampeni ini pun enak dimakan bersama bumbunya. Bumbu kacang yang disajikan terpisah ini pun teksturnya selembut krim, rasanya dipermanis oleh kecap, dan dilengkapi oleh bawang goreng serta aroma segar jeruk purut.

Sate Cilampeni
Selain dapat dinikmati bersama bumbu kacang, sate cilampeni bisa dimakan bersama bumbu kecap dengan irisan cabai rawit, tomat segar, dan bawang merah. Bumbu kecap ini memberikan rasa segar yang maksimal terhadap daging sate cilampeni, laiknya salad pendamping steak. Jika masih kurang, semangkuk acar mentimun, bawang, dan rawit, siap dihidangkan.
Di Waroeng Cilampeni 3, satu tusuk sate daging sapi atau kambing berharga Rp 4.500. Sedangkan, untuk satu tusuk sate ayam berharga Rp 4.000. Satu porsi nasinya Rp 6.000. Untuk sate tanpa ampas, berdaging lembut, dan disajikan gratis dengan tiga bumbu dan acar pendamping dalam jumlah melimpah, sate cilampeni tidak kalah dengan steak yang dijual di restoran lain dengan harga yang sama.(sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sate-cilampeni_20161125_153231.jpg)