Di Pesisir Pangandaran Ternyata Jaipong Diiringi Alat Musik Biola
Selama ini dalam tari jaipong, liak-liuk penari yang turun ibing diiringi oleh hentakan kendang, bonang, gendang, dan gamelan
Penulis: Andri M Dani | Editor: Ferri Amiril Mukminin
CIAMIS, TRIBUNJABAR.CO.ID - Selama ini dalam tari jaipong, liak-liuk penari yang turun ibing diiringi oleh hentakan kendang, bonang, gendang, dan gamelan. Namun lain lagi dengan seni Pilapong yang kini berkembang di tatar sisi laut Pangandaran. Para penari jaipong yang turun ngibing tidak diiringi hentakan gendang.
“Melainkan diringi music kecapi dan biola. Seni gabungan dari kecapi dan biola untuk mengiringi jaipong tersebut di Pangandaran disebutnya pilapong,” ujar Kasi Atraksi dan Promosi Wisata Dinas Pariwisata Pangandaran, Aceng Hasyim SPd, MPd kepada Tribun Minggu (30/10/2016).
Boleh jadi menurut Aceng, pilapong merupakan cita rasa baru dari seni tradisi jaipong. “Pakem tarinya tetap jaipong. Tapi musik pengiringnya adalah kecapi dan biola. Bukan gamelan,” katanya.
Meski beda dengan alat musickpengiring, namun pilapong menurut Aceng sudah berkembang pesat di tatar pesisir Pangandaran dan diterima masyarakat. “Beberapa kali muncul dari berbagai kegiatan. Seperti festival seni budaya Jabar,” ujar Aceng Hasyim.(sta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/seni-pilapong_20161031_142231.jpg)