Rabu, 22 April 2026

Tukang Becak Mengaku Naik Haji Misterius, MUI Rembang: Kasrin Belum Berhaji

Teka-teki haji gaib dan misterius yang disematkan kepada Kasrin si tukang becak akhirnya terungkap

Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
BANYAK TAMU - Sejak pulang berhaji pada 5 Oktober 2016, rumah Kasrin (pria berpeci putih) ramai didatangi pengunjung untuk bersilaturahmi dan minta doa. Sehari-hari pria berusia 59 tahun ini menarik becak dan mangkal di depan Masjid Jami Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Foto diambil pada Rabu (5/9/2016). 

YOGYAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID --- Teka-teki haji gaib dan misterius yang disematkan kepada Kasrin si tukang becak akhirnya terungkap. Setelah diinvestigasi dan dikupas habis oleh tim MUI KabupatenRembang, akhirnya terungkap bahwa pengakuan Kasrin naik haji diragukan. Artinya, Kasrin belum melaksanakan ibadah haji

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang telah menyelidiki dengan menyamar sebagai warga yang berkonsultasi dan mendatangi rumah Kasrin (60) di Dukuh Gembul, Desa Sumberjo, Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (10/10/2016).

Tujuan MUI melakukan investigasi untuk mengungkap misteri yang selama ini menimbulkan kehebohan di masyarakat. Jangan sampai masyarakat terjebak kepada hal-hal takhayul yang mengarah kepada kemusyrikan. Ibadah haji harus murni sesuai syariat Islam, lengkap dengan syarat dan rukunnya.

Ketua MUI Rembang, Zaenuddin Jakfar mengatakan, tim dari MUI langsung terjun ke lapangan untuk menemui Kasrin di kediamannya di Dukuh Gembul. Tim tersebut terdiri dari tiga orang, yakni Zaenuddin Jakfar sebagai ketua tim, kemudian Ahmad Toha selaku Ketua Komisi Fatwa MUI dan Abdul Wahid Hasbi sebagai anggota.

"Beberapa hari lalu kami ke rumah Pak Kasrin. Kami tidak bilang jika kami dari MUI. Seperti tamu lainnya, secara bergantian kami mengajukan pertanyaan kepada Pak Kasrin mengenai kaitannya pelaksanaan haji, yang katanya dilakukan oleh Pak Kasrin," ujarnya, Senin (10/10/2016).

Dari berbagai pertanyaan tersebut, katanya, Kasrin tidak mengetahui atau tidak tahu menahu mengenai rukun atau syarat haji. Di antaranya pakaian ihram, yang disebut tidak dikenakan pada saat haji, kemudian wukuf katanya juga tidak tahu.

"Pak Kasrin juga menyebut jika dirinya tidak melihat Kabah, dan juga ketika kami tanya lokasi tawaf yang menurut Pak Kasrin berada di lapangan, namun apakah itu di Makkah atau tidak, dia mengaku tidak tahu. Dan hanya bilang mengikuti Bu Indi saja. Pak Kasrin juga tidak hafal bacaan-bacaan yang dilafalkan ketika berhaji," terang KH Zaenuddin Jakfar.

Dari investigasi yang dilakukan tim, MUI Rembang menyimpulkan, bahwa Kasrin belum haji. Zaenudin juga mengimbau kepada Kasrin agar tidak membuat cerita haji dan membuat kecewa masyarakat. Dia menegaskan bahwa Kasrin tidak memiliki kelebihan seperti yang heboh di masyarakat selama ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved