PON XIX Jabar 2016

Pangdam Sebut yang Memulai Terjadinya Pemukulan Adalah Suporter Asal DKI Jakarta

Hadi menyayangkan, sebagai suporter tidak menjunjung tinggi sportivitas.

Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
Capture/@SheepG0D
Beredar postingan video dan foto di media sosial tentang pemukulan terhadap atlet yang dilakukan oknum aparat pada pertandingan polo air yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (19/9/2016). 

Ada pula yang mempertanyakan alasan oknum aparat yang melakukan pemukulan itu yang diutarakan @spawnist. "@SheepG0D @infosuuporter @GeneralMoeldoko Lah, ngapain aparat TNI kok ikut main pukul begini? Baru aja kmrkn kejadian yg sama di sepak bola," tulisnya.

Tak hanya di twitter, video juga beredar di facebook. Adalah pemilik akun facebook bernama Cak Soldier fortune yang memosting video tersebut. Dalam postingannya ia pun menyebut jika Pangdam Siliwangi harus bertanggungjawab atas pengerahan militer untuk mendukung salah satu provinsi tertentu.

Berikut postingannya di facebook

Tentara itu milik negara woiii..
Bukan milik provinsi..

Ini sebenarnya #domino_effect ketika perwira tinggi (MAYJEND) dijadikan komandan kontingen provinsi tertentu.
Yang akhirnya tidak bisa membedakan TUPOKSI *Tugas,pokok dan fungsi.
Panglima TNI harus bertindak
Apa iya tugas tentara memukul/menteror/ mengintimidasi para pelaku olahraga ????
Video ini hanya sebagian kecil dari intimidasi mereka, dan itu mereka juga di berbagai venues PON XIX.

#GagalPaham.

Postingan itu pun mendapatkan tanggapan beragam.

Konon peristiwa itu terjadi ketika tim polo air Jabar melawan tim polo air Sumatra Selatan. Pertandingan itu digelar di arena polo air di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (19/9/2016). Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak terkait dengan peristiwa ini. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved