Kamis, 30 April 2026

Ibadah Haji

Musim Pulang Haji Tiba, Akan Lebih Baik Jika Keluarga Turut Ingatkan Empat Sunnah Ini

Setidaknya, saat tiba di kampung halaman, ada beberapa hal yang dianjurkan untuk mengerjakannya.

Tayang:
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
ANTRE TURUN -- Jemaah haji mengantre turun dari pesawat ketika tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (29/9/2015). Sebanyak 440 jamaah haji kloter pertama asal DKI Jakarta tiba setelah menunaikan ibadah haji 2015. 

TRIBUNJABAR.CO.ID -  Sebagian jemaah haji Indonesia sudah kembali ke tanah air. Setelah sekian lama beribadah di tanah suci, tentu mereka berharap agar hajinya mabrur dan diterima Allah SWT.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, seprti dikutip RedaksiIslam.com, menyebutkan, “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” Sebagai tambahan, Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah RA yang pernah mendengar Nabi berkata, “Orang yang beribadah haji dan tidak melakukan perbuatan keji dan fasik, maka ia seperti seorang bayi yang baru lahir.”

Subhanallah, Itulah keistimewan yang diberikan Allah SWT kepada orang yang beribadah haji dengan baik dan sempurna.

Sesampainya di tanah air, semua haji yang baru pulang tentu berharap agar tidak berhenti beramal shaleh dan memberi tauladan pada sekitarnya. Mereka semestinya memperbanyak hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Setidaknya, saat tiba di kampung halaman, ada beberapa hal yang dianjurkan untuk mengerjakannya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Hasyiyatul Qalyubi wa Umairah:

Artinya, “Seseorang haji bersama keluarganya dianjurkan dan membawa hadiah saat pulangnya. Jika pulang dari perjalanan, meskipun perjalanan yang tidak terlalu jauh, ia dianjurkan membawa hadiah untuk keluarganya, dan mengutus orang untuk memberi kabar kepada keluarganya jika mereka belum mengetahui kedatangannya. Sebaiknya, jangan mendatangi mereka (sampai di rumah) pada waktu tengah malam.

Disunnahkan pula mengerjakan shalat sunnah qudum dua raka’at di masjid terdekat. Hal ini sesuai dengan sebuah hadits riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata:

“Aku pernah pergi bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada suatu peperangan. Lalu tiba-tiba untaku berjalan melambat dan kondisinya melemah. Ketika itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah sampai sebelumku, sedang aku baru sampai pada pagi hari. Kemudian aku pergi ke masjid dan aku mendapati beliau berada di depan pintu masjid. Beliau berkata: ”Apakah engkau baru tiba?”

“Ya”, jawabku. Beliau bersabda, ”Tinggalkan untamu, masuklah (ke masjid) dan kerjakan shalat dua rakaat”, lanjut beliau.

Lalu aku pun masuk (masjid) dan mengerjakan shalat kemudian pulang.” (HR. Al-Bukhari, no. 2097, Muslim, no. 715)

Selain hadits di atas, Imam Bukhari dalam kitabnya juga menerangkan pada dua hadits lainnya tentang shalat ini. Dalam pelaksanaannya tidak ada anjuran untuk dilakukan dengan berjamaah, juga tidak ada bacaan khusus, melainkan seperti shalat sunnah lainnya.

Bagi keluarganya, hendaklah mengadakan walimah atau syukuran, ini dinamakan naqi’ah, untuk menyambutnya.

Ketika tiba di rumah dan masyarakat meminta Anda untuk mendoakannya, maka berilah doa. Sungguh tak etis ketika seseorang meminta doa, kemudian Anda menolak.

Tidak ada bacaan khusus dalam doa ini. Namun para tamu akan begitu senang jika Anda mendoakannya agar diberi kemampuan dapat segera menyusulnya beribadah haji di Tanah Suci.

Berdasarkan keterangan diatas, ada empat hal yang disunnahkan pada saat setelah pulang haji:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved