6 UKM di Bandung Jadi Kampung UKM Digital
Ini menjadi terobosan bagi para pelaku UKM dalam memproduksi atau memasarkan produknya
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
KUTAWARINGIN, TRIBUNJABAR.CO.ID - PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom kembali menggelar launching program Kampung UKM Digital di Kabupaten Bandung, Rabu (31/8). Setelah Desa Rahayu di Kecamatan Margaasih yang menjadi Kampung Topi UKM Digital, kini enam kampung lainnya di Kabupaten Bandung mendapat manfaat program tersebut.
Enam UKM yang mendapat bantuan program ini adalah Daff Sukamenak dari Kecamatan Margahayu, Baraya dari Kecamatan Banjaran, J&B.com dari Kecamatan Soreang, Kampung Kiangroke dari Kecamatan Banjaran, Someah dari Kecamatan Bojongsoang, dan Kampung Jeans di Desa/Kecamatan Kutawaringin.
Deputi General Manager Telkom Witel Bandung, Wahyuddin, dalam kegiatan peresmian enam UKM menjadi Kampung UKM Digital tersebut di Desa/Kecamatan Kutawaringin, mengatakan PT Telkom baru mendirikan sebanyak 300 Kampung UKM Digital di Indonesia. Awal launchingnya dimulai pada 2015.
"Dengan ini Telkom mendorong UKM supaya mandiri, jangan bergantung dengan negara lain, supaya bisa selanjutnya berdaya saing dalam pasar global. Program Kampung UKM Digital ini memanfaatkan teknologi informasi untuk mendapat informasi atau inovasi dalam berproduksi, sekaligus dalam berkomunikasi untuk memperluas pemasaran," kata Wahyuddin.
Sebagian besar pengusaha UKM di Indonesia, katanya, masih awam atau miskin pemahamannya dalam memanfaatkan teknologi informasi. Padahal, smartphone yang kini dimiliki oleh banyak masyarakat dapat menjadi alat untuk membantu proses produksi, bahkan pemasaran produknya.
"HP bisa menjadi toko berjalan yang bisa dibawa ke manapun. Nanti kita buktikan dalam pelatihan ini bahwa HP ini bisa membantu usaha kita. Jadi kita tidak boleh konsumtif dalam menggunakan HP, tetapi kita harus produktif dengan memanfaatkan teknologi pada HP ini," katanya.
Selain untuk mencari inspirasi dalam memproduksi barang dan pemasaran produk, Wahyuddin mengatakan handphone pun dapat digunakan untuk melakukan penjualan, penarikan uang, dan pembayaran secara elektronik.
Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Popi Hopipah, mengatakan menyambut baik program Kampung UKM Digital yang diselenggarakan PT Telkom.
"Ini menjadi terobosan bagi para pelaku UKM dalam memproduksi atau memasarkan produknya. Dengan demikian, para pelaku UKM di Kabupaten Bandung dapat bersaing dengan pengusaha lainnya di Asean atau di mancanegara," katanya.
Hal yang tidak kalah penting dari perluasan pemasaran produknya, Dadang mengatakan program ini harus membantu para pelaku UKM dalam menjaga bahkan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Jika UKM di Kabupaten Bandung berkembang, hal ini dapat berdampak pada penurunan jumlah pengangguran.
Seorang penerima manfaat program Kampung UKM Digital dari Desa/Kecamatan Kutawaringin, Wiwin, mengatakan berharap setelah mendapat program dari PT Telkom dan pembinaannya, dia dan pada pengusaha konveksi serta jeans di Kutawaringin dapat berkreasi dan memasarkan produksinya lebih luas.
"Biasanya kami mendapat pesanan dari Pasar Andir, diperlihatkan sample-nya. Kami kemudian membuat baju yang serupa dengan sample, dengan jumlah yang dipesan. Belum pernah berkreasi sendiri dengan melihat desain baju dari internet. Pemasarannya juga belum pernah lewat internet," katanya.
Dengan program ini, Wiwin berharap tidak akan hanya terpaku pada pesanan dari Pasar Andir. Baik desain, maupun jumlah pesanannya. Dengan bantuan internet, Wiwin mengatakan akan bisa membuat model pakaian sendiri dengan berselancar di dunia maya, juga menerima pesanan dari toko online.
Dalam sehari, Wiwin yang mempekerjakan delapan pegawai ini dapat memproduksi empat kodi pakaian. Menjelang Idulfitri, pemesanannya meloonjak sampai dua kali lipat, bahkan dirinya kewalahan menerima pesanan. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kampung-ukm-digital_20160831_201248.jpg)