Success Story
Alis Tiorini, Belajar dari Kegagalan
SEMPAT gagal menjalankan usaha, Alis Tiorini tak putus asa begitu saja. Ia mencari bisnis lain untuk dijalani.
Penulis: Taufik Ismail | Editor: Hermawan Aksan
"Kalau batik, kami suka hunting. Batik tulis misalnya dapat dari Cirebon. Kalau batik lainnya beli di Yogyakarta," kata Alis.
Selain tas wanita, ia juga memproduksi tempat kosmetik, tas laptop, dompet dan clutch. Untuk lebih mengenalkan produknya, Alis kerap mengikuti pameran. Khusus untuk pameran, ia punya barang yang ready stock. Barang-barang ini biasanya berdasarkan model-model yang pernah dibuat.
Mengenai nama Dinary, menurutnya ini gabungan nama suami dan dirinya. Nama suaminya adalah Wisnu Dinan Saputro.
Alis mengatakan, tas Dinary diproduksi di dekat rumahnya di kawasan Bukit Ligar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
"Kerja sama yang tetap baru dengan satu orang. Selain itu ada juga perajin di dekat Bukit Ligar dan Rancaekek kalau diperlukan. Jadi totalnya ada tiga," ujar Alis. (tis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/alis-tiorini_20160814_063458.jpg)