Sabtu, 11 April 2026

Empat Siswa Asal Jabar Raih Beasiswa Penuh dari Universitas Pertamina

dari lomba tersebut mereka mendapatkan karya dengan kualitas sangat bagus.

Editor: Machmud Mubarok
www.dikti.go.id
Menristekdikti saat meresmikan Universitas Pertamina, Januari 2016. 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebanyak empat siswa alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dari Jawa Barat memperoleh beasiswa dari Universitas Pertamina setelah memenangi Lomba Karya Kreatif dan Inovatif Universitas Pertamina 2016. Mereka akan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Universitas Pertamina secara gratis dan mendapatkan uang saku bulanan.

Keempat siswa asal Jabar peraih beasiswa melalui jalur lomba tersebut adalah Irvan Daniansyah dari SMA Negeri 11 Garut untu kategori Karya Tulis Ilmiah, Nuafal Fasa dari SMAN 11 Garut untuk kategori Karya Desain, serta Muhammad Deta Aditya dan Mochammad Bilal dari SMKN 1 Cimahi untuk kategori Karya Aplikasi.

Selain empat siswa asal Jabar, terdapat 10 siswa SMA dan sederajat lainnya yang memperoleh beasiswa penuh untuk kuliah di Universitas Pertamina. Mereka antara lain berasal dari sejumlah SMA negeri di Jakarta, Sidoarjo, Bengkulu, Magelang, Purwokerto, dan Pinrang, Sulawesi Selatan. Ke 14 siswa lulusan SMA tersebut dinyatakan mendapatkan bea siswa penuh di  Universitas Pertamina setelah mereka lolos berbagai tahapan proses seleksi yang cukup ketat dari pihak Universitas Pertamina.

Ketua Dewan Juri Lomba Karya Kreatif dan Inovatif Universitas Pertamina Eman Sulaeman Nasim mengatakan yang terpilih sebagai pemenang merupakan peserta terbaik. Mereka dinilai pantas memenangi lomba. Selain hasil karya tulis, desain grafis serta karya aplikasi digital juga nilai akademis selama SMA atau SMK memang bagus.

“Dengan demikian kreativitas mereka seiring sejalan dengan kecerdasan,” kata Eman dalam siaran pers di Jakarta yang diterima Tribun, Jumat (12/8).

Eman yang dosen Departemen Komunikasi Universitas Indonesia menilai, antusiasme peserta mengikuti lomba cukup tinggi. Terbukti, lebih dari 150 orang mengikuti lomba tersebut. Dia berharap Pertamina dan Universitas Pertamina mengadakan acara yang sama pada tahun-tahun mendatang, termasuk memberi keleluasan bagi anak-anak bangsa yang sudah lulus tahun sebelumnya namun belum sempat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

“Sehingga Universitas Pertamina benar-benar memberi kesempatan pada putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia untuk bisa menempuh pendidikan tinggi di perguruan tinggi kebanggan masyarakat,” katanya

Ari Rahman, anggota Dewan Juri dari Universitas Pertamina, menjelaskan dari lomba tersebut mereka mendapatkan karya dengan kualitas sangat bagus. Sementara terkait penilaiannya menurut Ari dilakukan sangat ketat hingga menghasilkan 14 orang pemenang. “Lomba ini tidak hanya dilihat aspek karya melainkan aspek akademis juga,”terangnya.

Ari menjelaskan dalam peniliaian terkait hasil karya yang dilihat tidak hanya aspek orisinalitas, ide, inovasi dan kreativitas tetapi kemampuan presentasi penyajian karya beserta poin sesi tanya jawab terhadap hasil karya juga. “Sementara aspek aspek akademis tidak hanya melihat dari Nilai Rapor saja melainkan dari tren (slope) peningkatan nilai tiap semesternya juga,”ujarnya.

Naufal Fasa, salah seorang pemenang lomba yang berasal dari SMA Negeri 11 Garut, mengaku senang dan tidak menyangka bakal menjadi salah satu pemenangnya. “Syukur alhamdulilah kepada Allah SWT yang telah menggariskan takdir saya untuk menjadi salah satu pemenang di lomba dengan hadiah beasiswa ini. Ini suatu yang tidak pernah saya duga sebelumnya,” terang Naufal yang lolos seleksi setelah mengirim karya desain grafis.

Naufal berharap dia bisa berkontribusi dalam berbagai hal untuk almamaternya nanti. Naufal juga berjanji untuk terus berkembang bersama Universitas Pertamina dan menjadi bagian dari sejarah universitas itu. “Saya berharap nantinya menjadi mahasiswa yang berprestasi secara akademis, dan punya kemampuan non akademis yang mumpuni," ucapnya.

Irfan Daniansyah, siswa peraih bea siswa lainnya, mengatakan dia berani melepas kesempatan kuliah di salah satu universitas terbaik di Bandung. “Sejak awal saya rela melepas kesempatan untuk kuliah di salah satu universitas terkemuka di Bandung. Meski putusan saya terbilang berisiko, tetapi setelah ada keputusan ini saya merasa bahwa apa yang saya putuskan tidak sia-sia,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved