Pembatasan Premium
Banyak SPBU Hanya Sediakan Satu Selang Premium untuk Sepeda Motor, Ini Alasannya!
Penjualan bahan bakar minyak jenis Premium untuk sepeda motor di SPBU Pertamina dibatasi dengan hanya mengunakan satu nozzle
JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Penjualan bahan bakar minyak jenis Premium untuk sepeda motor di SPBU Pertamina dibatasi dengan hanya mengunakan satu nozzle atau selang. Hal itu diungkapkan tiga pengawas SPBU, yakni pengawas SPBU Cikini, Casablanca, dan Tendean, yang ditemui Kompas.com, Jumat (12/8/2016).
Pengawas SPBU 34.127.02, Tendean, Jakarta Selatan, M Dasim, mengatakan, pembatasan nozzle Premium untuk jalur motor dilakukan untuk meningkatkan penjualan Bahan Bakar Khusus (BBK), seperti Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina Dex.
Dasim menyebut antrean untuk Premium menjadi lebih panjang dengan hanya digunakannya satu nozzle. Akibatnya, mereka yang enggan mengantre lama akan memilih BBK.
"Kalau panjang antrean motor, kita enggak bisa alihkan ke nozzle yang lain. Jadi, mereka dengan sendirinya ganti BBM yang lain. Iya strategi, masyarakat didorong perlahan untuk menggunakan BBK," ujar Dasim di SPBU Tendean.
Menurut Dasim, para pengguna motor sudah banyak yang menggunakan BBK. Namun, setelah nozzle untuk Premium dibatasi, jumlah penjualan BBK pun lebih meningkat. Sementara penjualan Premium jadi menurun.
"Kalau di kita premium kemarin (sebelum nozzle dibatasi menjadi satu), ada 20 ton, sekarang 15-an. 25 persen ya menurunnya," kata dia.
Sementara penjualan Pertamax meningkat dari rata-rata 3 ton per hari menjadi 5 ton. Pembatasan nozzle untuk Premium juga memengaruhi penjualan BBK di SPBU 34.128.05, Casablanca, Jakarta Selatan, meningkat.
"Ada, pasti ada (pengaruhnya). Di sini kan jalur premium satu nozzle, jadi pada pindah ke pertalite sama pertamax," ucap Pengawas SPBU Casablanca, Nuryani Mansur.
Mulanya, masing-masing nozzle yang digunakan untuk Premium, Pertalite, dan Pertamax di SPBU Casablanca berjumlah dua. Namun, kini hanya ada satu nozzle untuk Premium.
Di SPBU 31.103.03, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, penjualan Pertamax dan Pertalite pun disebut mengalami peningkatan. Sebabnya, banyak pengguna motor yang menggunakan kedua jenis BBM tersebut.
Meski begitu, Pengawas SPBU Cikini, Yudi Junaedi, menyebut total penjualan Premium masih lebih banyak dibandingkan BBK. "Premium 20 ton sehari. Kalau BBK itu 16 ton," tutur Yudi. (Baca: Ahok: Pertamina secara Lisan Setuju Penghapusan Premium di Jakarta )