Sidak Pasar Tradisional
Kesadaran Pedagang di Sejumlah Pasar untuk Tera Ulang Timbangan Masih Minim
Menurut Syam, kurangnya sosialisasi terkait tera ulang menjadi salah satu faktor utama minimnya kesadaran pedagang
Penulis: Ragil Wisnu Saputra | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wisnu Saputra
RANCAEKEK, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kepala Balai Kemetrologian Bandung, S.H Syam mengatakan, kesadaran para pedagang di sejumlah pasar di Bandung Raya untuk menera ulang alat ukur atau timbangan sangat meprihatinkan.
"Dari 200 pedagang yang memakai timbangan, kurang dari 10 persennya yang telah melakukan tera ulang alat ukur," ujar Syam saat ditanyai Tribun di sela-sela Sidak oleh Tim Terpadu Disperindag Jabar di Pasar Tradisional Rancaekek Trade Center, Kamis (16/6).
Menurut Syam, kurangnya sosialisasi terkait tera ulang menjadi salah satu faktor utama minimnya kesadaran pedagang untuk menera ulang timbangannya. Padahal, jangka waktu tera ulang hanya dilakukan satu kali dalam setahun.
Menurutnya, jika ada pergeseran alat ujur berat yang tidak melakukan tera ulang juga berdampak kepada kerugian pembeli atau bahkan pedagangnya itu sendiri.
"Ini biaa berdampak kerugian kepada keduanya. Kalau misal tinbangan tidak sesuai dan berlebih, maka merugikan oembeli. Sebaliknya kalau berkurang merugikan pedagang," ujar S.H Syam. (raw)
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sidak-pasar-harga-dan-alat-ukur_20160616_100729.jpg)