Minggu, 12 April 2026

Aksi Pegawai Rumah Sakit

Mantan Pegawai RSUD Al Ihsan Berunjuk Rasa di Halaman Rumah Sakit

Selama aksi yang berlangsung siang hari ini, perwakilan pengunjuk rasa melakukan mediasi dengan manajemen RSUD Al Ihsan

TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Puluhan mantan pegawai RSUD Al Ihsan di Baleendah melakukan aksi unjuk rasa di halaman rumah sakit yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut, Sabtu (7/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

BALEENDAH, TRIBUNJABAR.CO.ID - Puluhan mantan pegawai RSUD Al Ihsan di Baleendah melakukan aksi unjuk rasa di halaman rumah sakit yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut, Sabtu (7/5).

Mereka menuntut pihak rumah sakit mempekerjakan mereka kembali dan mengganti perusahaan yang menangani kebersihan di rumah sakit tersebut.

Seorang mantan petugas kebersihan yang berunjuk rasa, Hani (32), mengatakan keluhan pegawai ini dimulai saat PT Kertajaya selaku pihak ketiga yang mengurus kebersihan di rumah sakit tersebut diganti oleh PT Netoyage, 1 Mei 2016. Di bawah manajemen yang baru, katanya, 105 pegawai cleaning service kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

"Telat sedikit disuruh push up. Mengobrol sedikit, atau senyum saat briefing, langsung ditarik kerah bajunya. Ada yang dijambak rambutnya, diinjak kakinya. Buang sampah telat semenit, dihukum juga. Kami sangat tidak nyaman dengan perlakuan seperti militer ini," kata Hani yang telah bekerja di rumah sakit tersebut selama dua tahun saat ditemui di sela aksinya.

Puncaknya pada 5 Mei 2016, dalam sebuah briefing, katanya, sebanyak 74 pegawai kebersihan diberhentikan seketika, tanpa diberi surat keputusan. Padahal, beberapa pegawai sudah bekerja lebih dari lima tahun di rumah sakit tersebut.

Hal serupa dikatakan mantan pegawai cleaning service lainnya, Nani (36). Dia mengatakan para petugas kebersihan ini telah memiliki komunikasi yang baik dengan perawat, dokter, atau karyawan lainnya di rumah sakit. Mereka telah terbiasa bekerja tanpa harus disuruh-suruh dan telah mengetahui jadwal kebersihannya masing-masing.

"Kami tidak menuntut gaji naik atau apa, tapi tolong perlakukan kami dengan baik. Kenapa harus dibuat tidak nyaman dulu sampai kami diberhentikan. Karyawan di rumah sakit ini pun tidak mau kalau kami harus berhenti. Mereka tidak mau capai lagi mengajari atau menyesuaikan dengan cleaning service yang baru," katanya.

Nani menyayangkan pihak rumah sakit yang dengan mudahnya mengganti para pegawai yang telah lama bekerja dengan para pegawai yang baru. Sangat disayangkan, katanya, rumah sakit yang tengah membangun lebih banyak gedung perawatan ini tidak memiliki simpati kepada para pegawainya.

Selama aksi yang berlangsung siang hari ini, perwakilan pengunjuk rasa melakukan mediasi dengan manajemen RSUD Al Ihsan. Walaupun pelayanan tidak terganggu, aksi ini sempat menarik perhatian para pasien rumah sakit. Aksi ini mendapat pengamanan pihak Polsek Baleendah. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved