Keberadaan Industri Aci Kawung di Cikancung Mulai Hilang
Menghilangnga jumlah industri Aci Kawung tersebut disebabkan langkanya pohon aren
Penulis: Ragil Wisnu Saputra | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wisnu Saputra
CIKANCUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Keberadaan industri tradisional Aci Kawung (Tepung Aren), Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung sudah mulai hilang. Menghilangnga jumlah industri Aci Kawung tersebut disebabkan langkanya pohon aren di wilayah Kabupaten Bandung.
"Dulu, memang Kecamatan Cikancung untuk produksi aci kawung banyak. Tapi lama-lama mulai berkurnag dan hanya ada beberapa saja," ujar Yayan (56) tokoh masyarakat Cikancung kepada Tribun, Selasa (3/5).
Menurut Yayan, selain langkanya pohon aren, pembuatan produksi aci kawung juga masih menggunakan alat sederhana yang menbutuhkan banyak biaya produksi.
Yayan mengatakan, akibat membengkaknya biaya produksi tersebut, para pemilik industri Aci Kawung lambat laun berpindah lapangan pekerjaan. Kebanyakan, pelaku industri beralih pekerjaan menjadi buruh tani.
"Ya karena mahal itu biaya produksinya. Bukannya untung tapi malah buntung. Misal, untuk biaya produksi Rp 500.000, untuk penjualannya paling Rp. 400 ribuan. Jadi rugi," ujarnya. (raw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jemur-aci-kawung-di-bandung-barat_20160324_160741.jpg)