Banjir di Cimanggung
Pengungsi Korban Banjir Masih Kekurangan Air Bersih dan MCK
Sementara jumlah pengungsi mencapai 139 jiwa itu.
Penulis: Ragil Wisnu Saputra | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wisnu Saputra
CIMANGGUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejumlah pengungsi korban banjir bandang di Perumahan Gandara Asri Pakuon, Kampung Gunung Tanjung, Desa Sindang Pakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, mengaku masih kekurangan air bersih dan tempat mandi, cuci, kakus (MCK) atau toilet darurat.
Informasi yang dihimpun Tribun, di lokasi pengunsian itu hanya ada satu MCK darurat bantuan BPBD Provinsi Jawa Barat.
Sementara jumlah pengungsi mencapai 139 jiwa itu. Dengan begitu, pengungsi masih berebut untuk menggunakan toilet.
"Ya kalau enggak kebagian, sama-sama butuh MCK atau mau buang air besar ya paling ke sungai aja, da gimana atuh, kirang MCK-nya," ujar Rahmat (26) salah seorang pengungsi kepada Tribun di tempat pengungsian, Minggu (17/4).
Menurutnya, selain kekurangan MCK, para pengungsi juga kekurangan air bersih untuk kebutuhan mencuci baju mau pun peralatan rumah tangga lainnya. Meski begitu, untuk keperluan lain dari tim siaga bencan, saat ini sudah mencukupi.
"Kalau makan, pakaian, air minum dan semuanya Alhamdulillah sudah cukup. Enggak ada kekurangan. Makan saja dikasih tiga kali sehari," ujar dia.(raw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pengungsi-bertahan-di-tenda_20160417_161610.jpg)