Serba Serbi Tribun
Benar-benar Gila! Orang-orang Ini Lebih Memilih Menikah dengan Binatang
PERNIKAHAN ini tentu harus didasari oleh rasa sayang menyayangi, cinta dan pengertian.
Padahal, Emily sudah pernah memiliki sekian pacar, namun tidak pernah dirasa cocok dan mengerti isi hatinya, kecuali si anjingnya.
”Saya sudah berhubungan dengan begitu banyak laki-laki tapi mereka semua sama saja, cuma mau seks dan suka berbohong. Anjing saya lain, dia baik, setia pada saya dan dia selalu memperlakukan saya dengan hormat,” jelas Emily.
Akhirnya, dicarilah pesta pernikahan yang digelar dengan dipimpin pendeta tradisional setempat. Warga desa pun berbondong-bondong hadir karena penasaran ingin melihat penganten prianya, seekor anjing.
Tapi pesta ini tak dihadiri keluarga dekat dan kerabat Emily. Mereka menganggap keputusan Emily itu adalah ”langkah gila untuk melawan rasa sepi”. Saat ditanya bagaimana dia akan punya anak dengan suaminya, Emily menjawab tegas dia akan mengangkat anak.
*Milanja Broskvit Menikah Dengan Kuda

Milanja Broskvit Menikah Dengan Kuda (foto: worldnewsdailyreport.com)
Wanita muda, yang juga seorang pengacara, mencari celah hukum dalam undang-undang seks fleksibel negara Denmark yang membuat praktek Zoofilia (seks manusia hewan) terlindungi hukum, sehingga membuka jalan untuk pernikahan manusia-hewan.
Wanita itu adalah Milanja Broskvit, seperti yang dilansir anehdidunia dan dikutip bangka pos, dia mengaku bahwa dia dan suaminya Thorgen (seekor kuda), menjadi korban speciesism, prasangka mirip dengan rasisme atau seksisme. Wanita muda berpendapat ia dan kudanya Thorgen, kuda jantan putih Spanyol berusia empat tahun, menjadi korban penganiayaan oleh Pemerintah Denmark.
"Perbedaan antara spesies kita tidak membuat kita menjadi berbeda. Perlakuan individu didasarkan pada keanggotaan kelompok dan perbedaan fisik tidak relevan secara moral. Argumennya adalah bahwa keanggotaan spesies tidak memiliki arti moral" pintanya kepada Mahkamah Agung.
"Ketika Zoofilia dan kebinatangan yang disahkan di negara, itu membuka pintu untuk semua jenis kesalahpahaman tentang status hukum hewan dalam kaitannya dengan manusia di mana otoritas hukum memiliki sedikit atau tidak ada kontrol" jelas ahli terkenal dunia dan penasihat hukum, James Cudwell. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/menikahi-kuda_20160417_195942.jpg)