Success Story
Christine Wink Surya, Merintis Pasar Luar Negeri
INACRAFT bagi pelaku usaha adalah ajang yang prestisius. Tak sembarang orang bisa turut serta untuk menawarkan karya dan hasil produksinya.
Penulis: Taufik Ismail | Editor: Hermawan Aksan
INACRAFT bagi pelaku usaha adalah ajang yang prestisius. Tak sembarang orang bisa turut serta untuk menawarkan karya dan hasil produksinya.
Christine Wink Surya terus mempersiapkan diri agar bisa menampilkan produk yang berkualitas di even tahunan ini. Motif-motif dengan bordiran eksklusif menjadi andalan Nabata Indonesian Embroidery.
"Untuk tahun ini saya konsentrasi ke ukuran big size. Busana-busana itu dibuat dengan ciri khas warna saya," kata Christine kepada Tribun.
Ia menambahkan pameran seperti ini merupakan momen yang baik bagi dirinya. Di sini ia bisa mendapat masukan dari konsumen.
"Saya terus belajar. Learning by doing. Banyak ilmu yang didapat ketika saya turun langsung," ucapnya.
Mengenai warna yang menjadi ciri khas Nabata, Christine mengatakan itu didapat dari pengalamannya. Warna-warna itu adalah hitam, abu-abu, krem, dan broken white.
Soal desain, Nabata menurut Christine desainnya simpel. "Nabata di antaranya memproduksi dresses, atasan, rok, celana, jilbab, dan mukena. Kami juga membuat mukena premium," ujarnya.
Jika ingin melihat produk-produk Nabata bisa dilihat di laman www.nabatafashion.com, akun instagram nabata.fashion atau di Herman Nuary BIP dan MANHA Jalan Iman Bonjol, Kota Bandung.
Selain dicintai konsumen dalam negeri, Nabata pun memiliki konsumen dari beberapa negara luar yang didapatnya pada saat pameran, seperti dari Malaysia, Singapura, Thailand, India, Arab Saudi, Qatar, Nigeria, dan Amerika Serikat. Mereka selalu membuat testimoni sekaligus tes pasar di sana.
"Untuk target tahun ini insya Allah saya sedang menjalin hubungan dengan kolega yang ada di Brisbane agar dapat mengikuti Sunday market di sana," kata Christine. (tis)
