Breaking News:

Tiga Pelajar Tersengat Listrik Saat Bawa Tiang Bendera

Satu siswa tewas di tempat dengan luka bakar di sekujur tubuh

KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi 

TASIKMALAYA, TRIBUN - Tiga siswa SMP Islam Kawungsari, Desa Kawungsari, Kecamata Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, tersengat arus listrik saat hendak menyiapkan tiang bendera upacara, Senin (28/3). Satu siswa tewas di tempat dengan luka bakar di sekujur tubuh, sedangkan dua lagi masih hidup dan segera dilarikan ke RSU Kabupaten.

Siswa yang tewas bernama Asep Maulana Yusup (14) warga Kampung Wangun, Desa Kawungsari, dan yang mengalami luka-luka Ikbal Saidin (14) tetangga almarhum, dan Ahkad Nasir (14) warga Kampung Cibangbay, Desa Tanjungsari. Ketiganya tercatat sebagai siswa kelas IX.

Informasi yang dihimpun Tribun, menyebutkan, musibah terjadi sekitar pukul 07.00. Saat itu ketiga bermaksud memindahkan tiang bendera yang terbuat dai pipa besi ke lokasi upacara. Namun saat mencabut tiang, mereka tak kuat menahan dan tiang oleng ke arah bentangan kabel listrik tegangan tinggi. "Tiang langsung menyentuh kabel dan teman saya kesetrum," kata Dani, seorang siswa yang melihat kejadian itu.

Tiang bendera itu akhirnya melorot lagi dari kabel listrik dan jatuh kembali ke tanah. Namun akibat tersengat tegangan tinggi, ketiga korban langsung terungkur. Melihat kejadian itu sejumlah guru segera menghampiri ketiga korban. Diketahui Asep sudah tak bernyawa lagi. Sedangkan Ikbal dan Ahmad masih hidup dan segera dilarikan ke RSU Kabupaten Tasikmalaya.

Camat Salawu, Inong Mawardi Yazid, mengatakan, siswa SMP Islam Kawungsari sempat panik dan syok atas kejadian itu. Sekolah pun diliburkan sementara karena guru sibuk memberikan pertolongan. "Kedua siswa yang mengalami luka bakar ringan masih dirawat di rumah sakit. Pihak keluarga ketiga korban menganggap kejadian itu sebagai musibah," katanya.

Salah seorang guru SMP Islam Kawungsari, Hendra Permana, mengatakan, tindakan ketiga siswa memindahkan tiang bendera tidak atas perintah guru. "Itu atas inisiatif mereka sendiri. Kami tidak memerintah, karena biasanya dipindahkan oleh penjaa sekolah," ujarnya. (stf)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved