Success Story

Citra Leorista Tinggalkan Dunia Kerja Fokus Rintis Usaha

SANGAT tertarik dengan dunia fashion....

Penulis: Taufik Ismail | Editor: Hermawan Aksan
ISTIMEWA
Citra Leorista 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Taufik Ismail

SANGAT tertarik dengan dunia fashion membawa Citra Leorista memilih meninggalkan dunia kerja. Perempuan kelahiran 1984 ini mendirikan Citra Ethnic yang menjual beragam karya fashion hasil karyanya.

Kecintaannya pada batik dan kain-kain etnik membuat karyanya didominasi oleh kain-kain khas Indonesia. Lewat desainnya, Citra menuangkan ide yang ada di benaknya.

"Saya dulu memang kerja, kerja, kerja. Terakhir di satu bank swasta. Beberapa kali kerja, ditempatkan di divisi marketing," kata Citra kepada Tribun, Sabtu (19/3).

(lihat juga: VIDEO: Terharu, Masya Allah! Bocah Ini Baca Alquran Sambil Menangis, Badannya Berdarah)

Sambil bekerja, Citra kerap berjualan. Ia berjualan tas dan kain batik. Kewajiban di kantornya yang harus memakai batik dua kali dalam seminggu membuat Citra semakin menggemari batik.

Ia lalu mencoba mendesain baju batik sendiri. Kain batik ia kombinasikan dengan kain lain seperti tenun, songket, jins, korduroy dan kain lainnya.

Saat itu, Citra sebenarnya tak punya pengalaman ataupun ilmu tentang desain fashion. Ia belajar sendiri dan mencari tahu bagaimana membuat desain yang menarik.

Saban hari Jumat, Citra mengenakan batik hasil karyanya. Memajang baju batik buatannya di media sosial ternyata berdampak positif. Banyak temannya yang bertanya mengenai batik yang dikenakannya.

(lihat juga: VIDEO: Detik-detik Penandatanganan Kontrak Pemain Persib Bandung)

"Mereka bertanya, baju batiknya dijual. Karena saya senang jualan, saya jawab iya. Teman-teman banyak yang pesan. Awalnya memang jualan kain, terus jualan baju batik," ucap perempuan yang hobi renang, joging, dan zumba ini.

Semakin banyak orang yang memesan baju batik, Citra semakin menggali dan menuangkan idenya. Ia kemudian memilih untuk berhenti bekerja.

Namun, sebelum berhenti, Citra mencari sekolah mode yang ada di Bandung untuk memperkaya ilmu tentang desain. Pilihan jatuh pada Studio Intermodel Bandung. Di sekolah ini, ia mengambil dua jurusan, fashion design dan pattern making (pola jahit).

Sambil sekolah, Citra mempraktikkan apa yang didapatnya. Ia membuat desain batik dan menjualnya. Jaringan yang sudah didapatnya ketika bekerja di bank ia manfaatkan.

"Citra Ethnic dimulai Mei 2012. Intinya sih dari passion. Passion saya di fashion," ujar Citra.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved