SOROT

Dilantik, Langsung "Berlari"

Sebagai orang yang pernah menjabat lima tahun di Bandung, Dadang tentu sangat hafal dengan persoalan warganya.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro

Oleh Kisdiantoro
Wartawan Tribun

SEPEKAN sebelum pelantikan enam bupati/wali kota terpilih hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015, di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Rabu (17/2), Suparman dan sejumlah sopir angkutan kota berjibaku mendorong motor dan mobil melintasi genangan air di Jalan Laswi, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung yang dalamnya selutut orang dewasa.

Ia terpaksa menerjang banjir karena tak ada jalan lain yang lebih dekat untuk sampai ke rumah. Berharap akan selamat, ternyata kendaran mogok di tengah kubangan air. Banjir di Jalan Laswi bukan baru terjadi kemarin, tapi sudah berulang kali sejak bertahun-tahun lalu. Warga tak mengerti mengapa pemerintah tak segera mencarikan solusi, padahal masalah itu kerap masuk media. Dan media dipastikan masuk ke ruang-ruang pejabat pemerintah.

Sebagai warga Kabupaten Bandung, Suparman sangat berharap Bupati Dadang Naser yang terpilih kedua kalinya bisa mengatasi penderitaannya kala hendak berangkat dan pulang bekerja. Warga lain di Kampung Margahayu, Lusiana, berharap tidak ada banjir di sekitar Citarum.
Kesulitan yang dialami warga Bandung tentu tidak hanya banjir, tertapi termasuk maslah jalan rusak, penataan kawasan agar terhindar dari bencana longsor, dan sejumlah fasilitas publik yang bisa meningkatkan kesejahteraan, baik secara batin maupun fisik.

Harapan itu logis karena para penguasalah yang bisa mengabulkan. Dengan alat kekuasaannya, menganggarkan, membuat program, dan mengeksekusinya. Selanjutnya warga membantu dengan memeliharanya, agar fasilitas publik dapat termanfaatkan dalam waktu yang panjang.

Dadang Naser adalah orang yang memiliki seperangkat kekuasaan itu. Kemarin, ia baru dilantik menjadi Bupati Bandung untuk kedua kalinya berdampingan dengan wakilnya, Gun Gun Gunawan, di Gedung Merdeka oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Selain bupati Bandung, lima pasangan lain juga dilantik. Mereka adalah Bupati/Wakil Bupati Indramayu; Anna Sophanah-Supendi, Bupati/Wakil Bupati Sukabumi; Marwan Hamami-Adjo Sardjono, Bupati/Wakil Bupati Karawang; Cellica Nurachadiana-Ahmad Zamakhsyari, Wali Kota/Wakil Wali Kota Depok; Idris Abdul Somad-Pradi Supriatna, dan Bupati/Wakil Bupati Pangandaran; Jeje Wiradinata-Adang Hadari.

Sebagai orang yang pernah menjabat lima tahun di Bandung, Dadang tentu sangat hafal dengan persoalan warganya. Mulai dari keluhan infrastruktur jalan, lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya. Maka, pada periode kedua ini seharusnya tidak lagi merumuskan masalah, tapi langsung "berlari" mengerjakan program dan menyelesaikan masalah secara cepat.
Di Pangandaran, Indramayu, Karawang, Sukabumi, dan Depok, warga pun sangat berharap para kepala daerah yang baru dilantik segera bekerja, membayar semua janjinya ketika berkampanye. Jangan mencederai kepercayaan rakyat yang telah menjadikan para penguasa duduk di kursi kekuasaan dengan hanya bekerja untuk kelompok dan kepentingan pribadi.

Sejumlah bupati/wali kota yang kini mendekam di penjara karena mengkhianati rakyat, cukup menjadi pelajaran. Mereka yang kemarin dilantik seharusnya tidak terjebak pada kubangan yang sama, mengakhiri kekuasaan dengan tinggal di penjara karena "meraih harta" dengan cara haram.

Berharap menjadi pemimpin sempurna tentu tidak pernah terkabulkan, karena manusia tempat salah dan lupa. Maka, warga wajib berperan untuk mengingatkan kala bupati/wali kota terpilih lelap dalam tidur dan lupa bekerja. Pagarilah mereka dengan doa agar terbebas dari jerat KKN. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved