Cap Go Meh Bogor Siap Sambut Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Tahun ini, jalur parade tidak lagi melintasi Tugu Kujang namun melewati depan Vihara Dhanagun, Suryakencana hingga Siliwangi.

Cap Go Meh Bogor Siap Sambut Wisatawan Lokal dan Mancanegara
Gani Kurniawan
ILUSTRASI - KIRAB CAP GO MEH - Peserta arak-arakan Kirab Budaya Cap Go Meh menghias joli di sekitar Jalan Cibadak, Kota Bandung, Jumat (1/3/2013).

BOGOR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pesta rakyat terbesar Cap Go Meh (CGM) di Bogor, tanggal 22 Februari sudah siap digelar. Perhelatan yang akan dilaksanakan sebagai penutup perayaan Tahun Baru Imlek 2016 itu sudah klimaks.

“Persiapan sudah 99 persen. Tiinggal finisihing dari masing-masing divisi,” ujar Ketua Panitia CGM 2016, Arifin Himawan, Senin (15/2).

Di tempat terpisah, Menpar Arief Yahya berharap event ini bisa menjadi atraksi yang heboh di Bogor. Dia mengingatkan agar pencantuman jadwal pelaksanaan jangan sampai salah info. Jangan sampai mengecewakan publik, karena acara ini pada prinsipnya adalah cara untuk menghibur masyarakat. "Silakan hadir dan saksikan acara Cap Go Meh di Bogor," kata Arief  dalam rilisnya, kemarin.

CGM Street Festival 2016, diharapkan akan disaksikan oleh ribuan pengunjung, dan dimeriahkan 10 ribu pengisi acara. CGM yang jatuh tanggal 15 bulan pertama tahun Imlek adalah salah satu hari raya tradisional yang dirayakan komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Menurut tradisi, setelah CGM seluruh perayaan Imlek berakhir.

”Pengisi acara yang akan ditampilkan adalah parade kostum, festival Drumband dari PDBI Jabar dan masih banyak lagi,” tambah Arifin Himawan. Sementara untuk ritual, kata Arifin, diisi joli-joli, liong barong dan juga adanya persembahan iringan-iringan mobil hias shio dan umum serta pengamanan dari PGB.
“Agar puncak acara berjalan lancar, kami juga berkoordinasi dengan tim kesehatan dan pengamanan, kami harus siap lahir batin untuk melaksanakan ini,” ujar Arifin.

Pengamanan acara ini tak hanya dilakukan oleh pihak pengamanan internal vihara. Namun juga melibatkan personel TNI, Polri, Satpol PP dan DLLAK Kota Bogor.

Pergelaran Gelar Cap Go Meh Street Festival 2016 nanti rencananya akan menghadirkan aneka pertunjukan seni budaya khas Tionghoa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengunjung akan disuguhi karnaval budaya dari komunitas Bogor+Sahabats (Bobats).Selain itu, ada juga pertunjukan Liong Barong dengan iringan sanggar musik dan tambahan beberapa kegiatan.

Tahun ini, jalur parade tidak lagi melintasi Tugu Kujang namun melewati depan Vihara Dhanagun, Suryakencana hingga Siliwangi.
CGM Street Festival bagi masyarakat Bogor bukanlah festival agama namun festival kebudayaan yang dapat dinikmati semua orang.
Kota Bogor sejak 100 tahun lalu telah merayakan Cap Go Meh dengan berbagai pertunjukan seni dan prosesi kebudayaan yang menjadi ajang pemersatu warganya yang majemuk.

CGM Street Festival 2016 yang digelar sejak dua tahun lalu khusus untuk menyambut Tahun Baru Imlek dan tahun ini berbeda karena acara tersebut dikhususkan untuk memeriahkan acara Cap Go Meh. Pada perayaan tahun 2007, jumlah peserta barongsai dan liong sempat tercatat sebagai peserta terbanyak dalam rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri).

Vihara Dhanagun sendiri merupakan wihara yang terletak di Jalan Suryakencana nomor 1, Bogor, Jawa Barat. Wihara tersebut menempati bangunan yang merupakan cagar budaya Kota Bogor dan aset Dinas Purbakala Kota Bogor.
Dalam catatan sejarah, bangunan ini pertama kali didirikan masyarakat Tionghoa di Kota Bogor abad ke-18 atau lebih dari 200 tahun yang lalu. Bangunannya menempati lahan seluas 5.000 meter persegi.

Ada anggapan bahwa keberadaan Vihara Dhanagun memberikan rezeki kepada masyarakat setempat. Ini bisa dilihat dari lokasi di sekitar bangunan yang terus-menerus menyedot berbagai jenis usaha untuk tumbuh dan berkembang, mulai dari pasar tradisional, pasar modern, pasar malam hingga pertokoan. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved