Fakta Unik di Balik "Selfie"

Selfie pertama dilakukan pada 1839 oleh seorang bernama Robert Cornelius

istimewa
selfie 

Menentukan pose sangatlah penting. Biasanya foto diambil dengan posisi kamera 45 derajat dari kepala. Tak cukup jika hanya mengambil satu atau dua foto, mengambil gambar harus dalam jumlah banyak dan berbagai ekspresi. Klik!

Setelah itu, gunakan filter atau efek instan untuk memperindah foto dan dengan satu kali sentuhan pada layar smartphone, kamu siap mengunduhnya ke Instagram, Facebook, Path, atau Twitter dengan menambahkan berbagai tagar.

Tak lama kemudian layar smartphone kamu penuh dengan notifikasi gambar ibu jari atau emoticon berbentuk hati yang membuatmu ketagihan. Kamu merasa disukai banyak orang. Kemudian kamu mengulangi kegiatan yang sama berulang-ulang dan tak keberatan fotomu jadi konsumsi publik.

Setidaknya begitulah penggambaran sederhana tentang selfie, sebuah foto diri sendiri yang diambil oleh orang tersebut. Biasanya selfie diambil dengan kamera smartphone atau kamera lain dan kemudian diungguh dalam media sosial.

Dilansir dari theguardian.com, dosen di Universitas Durham, Dr. Mariann Hardey, mengatakan, selfie merevolusi bagaimana kita menampilkan informasi otobiografi tentang diri kita sendiri dan teman-teman kita, bagaimana kita terus-menerus menampilkan diri kita dengan cara terbaik, mirip dengan saat perempuan memakai make up atau laki-laki yang berusaha membentuk tubuhnya.

Selfie sendiri telah menjadi fenomena global, dimana orang-orang dari berbagai negara melakukannya. Termasuk di Indonesia, kegemaran melakukan selfie ini ditunjukkan orang-orang berbagai lapisan terutama anak muda.

Afini Nurul Aisyah dan sahabatnya, Indri Natasya, mengaku termasuk remaja yang gemar selfie baik sendiri maupun bersama teman-teman. Menurut perempuan yang bersekolah di SMAN 1 Bandung ini, ada kesenangan sendiri dengan melakukan selfie apalagi kalo mendapat banyak 'like' di media sosialnya. "Biasanya sekali selfie ngga lama sih tapi berkali-kali entar dipilih-pilih lagi," ujar Indri.

Tapi tahukah kamu ada beberapa fakta seputar fenomena selfie yang sudah mendunia ini? Berikut merupakan beberapa fakta tentang selfie. Selfie pertama dilakukan pada 1839 oleh seorang bernama Robert Cornelius dan kata 'selfie' masuk dalam kamus Oxford pada 2013.

Selfie diperhitungkan tindakan berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Terdapat beberapa kisah tragis tentang kematian karena selfie dalam beberapa waktu terakhir meskipun belum ada kepastian berapa jumlah kematian karena selfie. Hal ini karena banyak orang melakukan selfie di tempat-tempat yang memang rawan.

Seorang psikolog, Salma Prabhu, yang dilansir dari indiatimes.com, mengatakan selfie adalah upaya untuk menunjukkan kepada orang banyak betapa hebatnya dirinya, hal tersebut bisa jadi bertujuan ingin diperhatikan. Jadi, orang yang cenderung melakukan selfie terus-menerus dan mengunggahnya di media sosial pada dasarnya merupakan orang yang kurang perhatian.

Masih menurut Prabhu, selfie dapat mengubah seseorang yang ambisius yang memiliki obsesi tidak sehat. Hal ini tentu dapat membuat orang stres atau depresi. "Sudah ada orang yang bunuh diri karena selfie dan merasa dirinya tidak sempurna, untuk mempersiapkan satu selfie saja dia butuh waktu 10 jam," kata Devie.

Menurut Instruktur Bahasa Tubuh, Riddhi Doshi Patel, selfie merupakan Sesuatu yang justru memperlihatkan sesorang tidak memiliki rasa percaya diri dan ingin mendapatkannya.

Semenjak trend selfie terus meningkat, menurut Devie, industri operasi plastik juga mengalami peningkatan karena banyaknya orang yang melakukan operasi plastik agar foto selfie-nya terlihat menarik.(tj6)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved